Berita

Dana Karbon Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Berau Lewat Budidaya Madu Kelulut

Dana Karbon Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Berau Lewat Budidaya Madu Kelulut

Ringkasan

  • Dana kompensasi emisi karbon membantu masyarakat Kampung Ampen Medang, Berau, mengembangkan usaha madu kelulut untuk kemandirian ekonomi.

Pemanfaatan dana kompensasi emisi karbon telah memberikan dampak signifikan bagi ekonomi masyarakat di Kampung Ampen Medang, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Dana tersebut menjadi katalis utama bagi warga untuk mengembangkan usaha budidaya madu kelulut sebagai sektor ekonomi alternatif yang menjanjikan.

Kepala UPTD KPHP Berau Pantai, Hamzah, menyatakan bahwa dukungan pendanaan tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas produksi. Melalui bantuan modal, kelompok tani mampu memperbanyak koloni lebah kelulut secara masif, yang pada akhirnya meningkatkan volume panen madu secara signifikan dibandingkan masa sebelumnya.

Sebelum adanya program ini, masyarakat setempat belum sepenuhnya menyadari potensi ekonomi dari lebah tanpa sengat tersebut. Melalui pendekatan kolaboratif, pihak kehutanan memberikan edukasi mengenai tingginya permintaan pasar terhadap produk madu kelulut, yang dikenal sebagai komoditas herbal dengan segudang berkhasiat tinggi bagi kesehatan.

Lebih dari sekadar pemberian bantuan sarang lebah, program ini juga mencakup pendampingan intensif. Warga mendapatkan pelatihan keterampilan dari lembaga profesional untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga, mulai dari proses panen hingga teknik pengemasan yang memenuhi standar pasar modern.

Pengelolaan bisnis non-kayu ini juga menjadi ruang pemberdayaan bagi perempuan di Kampung Ampen Medang. Dengan mengemas madu dalam botol 100 mililiter berdesain menarik dan dipasarkan seharga Rp35.000 per unit, kelompok perempuan kini memiliki sumber pendapatan harian yang stabil untuk memperkuat kas kelompok.

Keberhasilan usaha ini menciptakan kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian hutan. Warga memahami bahwa kelangsungan ekonomi mereka sangat bergantung pada ekosistem hutan yang sehat sebagai habitat alami lebah, sehingga perlindungan tutupan tajuk pepohonan menjadi prioritas utama masyarakat setempat.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menunjukkan implementasi nyata dana karbon dalam mendukung ekonomi sirkular berbasis komunitas di Indonesia. Model ini membuktikan bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan hasil hutan bukan kayu.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
3 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit