Rodrigo De Paul tidak menyangkal tekanan yang menyertai laga semifinal Piala Dunia. Gelandang berusia 32 tahun itu mengaku sengaja memperbanyak konsultasi dengan psikolog timnas Argentina di hari-hari menjelang pertemuan dengan Inggris di Stadion Atlanta, Amerika Serikat. Ia juga mengakui sering memvisualisasikan skenario terburuk yang mungkin terjadi di lapangan untuk melatih kontrol emosi.
Persiapan mental itu bukan hal baru bagi De Paul. Sejak bergabung dengan Inter Miami setelah masa emas di Atletico Madrid 2021-2025, pemain lahir 1994 itu terbiasa menghadapi ekspektasi tinggi. Namun, laga semifinal against Inggris menurutnya memiliki bobot tersendiri mengingat sejarah panjang kedua negara di panggung dunia. "Semua energi saya fokuskan untuk pertandingan besok," ujarnya singkat saat ditemui di Atlanta United Training Ground, Marietta, Georgia, Selasa.
Rivalitas Argentina dan Inggris memang sudah tercatat dalam 14 kali pertemuan sejak awal abad ke-20. Data 11v11 mencatat Inggris unggul dengan enam kemenangan, sementara Argentina hanya tiga kali menang dan lima kali imbang. Kemenangan terakhir Argentina di Piala Dunia terjadi 28 tahun lalu, pada babak 16 besar edisi 1998 di Prancis. Kala itu, kedua tim bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan sebelum Argentina menang 4-3 lewat adu penalti.
Kenangan paling ikonik tetap milik edisi 1986 di Meksiko. Diego Maradona mengukir dua gol legendaris — "Tangan Tuhan" dan "Gol Terbaik Abad Ini" — mengantarkan Argentina menang 2-1 di perempat final. Momentum itu membawanya ke gelar juara dunia kedua setelah 1978. Kini, generasi De Paul dan Lionel Messi berusaha menambah babak baru pada 2022, saat Argentina mengangkat trofi ketiga di Qatar.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menawarkan narasi yang melampaui 90 menit di lapangan. Rivalitas trans-Atlantik ini selalu menarik perhatian global, termasuk di Nusantara di mana Liga Inggris dan Liga Spanyol ditonton dengan antusias. Tayangan langsung semifinal di platform streaming dan TV berbayar dipastikan akan mencatat penonton rekor, mengingat popularitas kedua tim di kalangan pecinta bola tanah air.
Di sisi taktis, De Paul dikenal sebagai mesin tenaga di lini tengah yang mampu mengontrol tempo permainan. Kemampuannya membaca alur lawan dan memulai serangan cepat menjadi kunci sistem pelatih Lionel Scaloni. Lawan di hadapan, Inggris, menghadirkan generasi emas baru dengan Jude Bellingham, Phil Foden, dan Harry Kane yang berpotensi mengeksploitasi ruang di belakang lini pertahanan Argentina.
Kendati demikian, De Paul percaya rekan-rekan timnya melakukan persiapan mental serupa. "Saya selalu bangga dengan tim. Sulit mempertahankan kemenangan dari tahun ke tahun, tapi kami bisa melakukannya sampai saat ini," kata kapten kedua timnas Argentina itu. Kepercayaan diri itu dibangun di atas fondasi solid: 36 laga tak terkalahkan sebelum tersenggol di Copa America 2024, serta gelar dunia 2022 yang masih hangat di memori kolektif.
Psikolog timnas Argentina, yang tidak disebutkan namanya, diperkirakan telah menerapkan teknik visualisasi dan *cognitive restructuring* untuk membantu pemain mengelola kecemasan performa. Metode ini semakin umum di sepak bola modern, di mana perbedaan kualitas teknis antara tim-tim elit tipis, sehingga ketahanan mental sering menentukan hasil akhir. De Paul sendiri mengakui kadang kontrol emosi "tidak selalu bisa dilakukan" — kejujuran langka dari atlet tingkat dunia.
Sejarah menunjukkan Argentina cenderung bangkit di momen-momen krusial melawan Inggris. Kemenangan 1986 dan 1998 keduanya terjadi di fase knockout, di mana tekanan puncak. Pola ini mungkin menjadi *psychological edge* bagi *La Albiceleste*. Namun, Inggris versi Gareth Southgate (atau pelatih terbaru pada 2026) telah belajar dari kegagalan masa lalu, termasuk kekalahan adu penalti di final Euro 2020 dan semifinal Piala Dunia 2018.
Untuk Indonesia, laga ini juga menjadi momen refleksi bagi pengembangan sepak bola nasional. Pendekatan mental yang sistematis, seperti yang dilakukan De Paul, masih jarang diterapkan secara terstruktur di liga domestik maupun timnas berbagai usia. Federasi sepak bola Indonesia (PSSI) baru-baru ini mulai merekrut psikolog olahraga untuk timnas senior, namun implementasinya belum merata ke tingkat akar rumput.
Semifinal Piala Dunia 2026 ini akan berlangsung pada Rabu (15/7) pukul 14.00 waktu setempat, atau Kamis (16/7) pukul 01.00 WIB. Pemenang akan melaju ke final menghadapi lolos dari semifinal lawan antara Spanyol dan Prancis. Bagi De Paul dan Argentina, ini bukan sekadar laga semifinal — ini kesempatan untuk menegaskan dominasi era Messi-Scaloni di panggung dunia, sekaligus menyelesaikan utang sejarah terhadap Inggris yang tertunda hampir tiga dekade.