Internasional

Dewan PayPal Anggap Tawaran Stripe-Advent Rp800 Triliun Masih Rendah

Ringkasan

  • Dewan PayPal menolak tawaran 53 miliar dollar AS dari Stripe-Advent karena dinilai terlalu rendah dan berisiko regulasi.

Dewan direksi PayPal menilai penawaran akuisisi senilai 53 miliar dollar AS dari Stripe dan Advent International belum mencerminkan nilai sebenarnya perusahaan serta memiliki risiko regulasi dan pendanaan. Penilaian awal tersebut muncul setelah konsorsium pesaing dan firma ekuitas swasta itu mengajukan proposal pada awal Juli 2024, meski PayPal belum memberikan tanggapan resmi.

Sumber yang mengetahui proses tersebut menyebutkan bahwa tawaran senilai 60,50 dollar AS per saham memang memberi premi terhadap harga terkini, namun manajemen PayPal meyakini eksekusi strategi pemulihan bisnis akan menciptakan nilai lebih besar dalam beberapa tahun ke depan. Saham PayPal menguat 2 persen ke level 56,73 dollar AS pada Kamis lalu menyusul kabar pengajuan proposal tersebut.

Stripe dan Advent menawarkan kepemilikan bersama atas PayPal dengan porsi yang setara, bukan memecah perusahaan. Konsorsium itu menyertakan ekuitas 17 miliar dollar AS, sementara JPMorgan dan Morgan Stanley menyiapkan paket pembiayaan sekitar 50 miliar dollar AS. Kedua bank investasi tersebut juga bertindak sebagai penasihat konsorsium.

PayPal didirikan pada akhir 1990-an dan sempat menjadi raksasa pembayaran digital global. Namun, pertumbuhan perusahaan melambat karena tekanan kompetisi dari Apple Pay dan Google Pay yang terintegrasi langsung ke ekosistem perangkat masing-masing. Manajemen telah berupaya mengerek harga saham yang terus melemah akibat prospek pertumbuhan yang mengecewakan.

Penggabungan Stripe dan PayPal akan menciptakan perusahaan pembayaran daring terbesar dengan volume transaksi tahunan mencapai 3,7 triliun dollar AS. Kondisi itu membuat konsorsium menjadi kandidat pembeli paling serius, meski Block sempat bergabung dalam pendekatan awal April lalu sebelum akhirnya mundur.

Bagi pengguna di Indonesia, gejolak di level korporasi global ini relevan karena PayPal dan Stripe sama-sama beroperasi sebagai gerbang pembayaran lintas negara bagi pelaku UMKM, freelancer, dan perusahaan e-commerce lokal. Stripe telah digunakan banyak startup Indonesia untuk menangani langganan pelanggan luar negeri, sedangkan PayPal menjadi opsi penarikan dana dari platform internasional seperti marketplace dan layanan konten kreator.

Jika akuisisi terwujud, konsolidasi dua infrastruktur pembayaran terbesar dunia berpotensi mengubah tarif, kebijakan akun, dan integrasi API yang selama ini diandalkan pengguna Indonesia. Di sisi lain, regulator dalam negeri seperti Bank Indonesia perlu mengawasi dampaknya terhadap aliran devisa dan kepatuhan penyelenggara pembayaran asing di Tanah Air.

Persaingan di sektor fintech domestik juga terdampak secara tidak langsung. Pemain lokal seperti Xendit dan Midtrans telah menawarkan solusi serupa dengan biaya yang lebih kompetitif untuk pasar regional. Namun, kekuatan jaringan global Stripe-PayPal tetap sulit ditandingi untuk transaksi lintas batas yang menjadi kebutuhan eksportir digital Indonesia.

Dewan PayPal mempertimbangkan sejumlah faktor di luar harga, termasuk kepastian pendanaan, hambatan antitrust, dan durasi panjang proses transaksi. Sumber menyebutkan konsorsium telah menyiapkan remediasi bila berhadapan dengan regulator, salah satunya memisahkan unit Braintree atau aset lain ke Advent yang bisa digabung dengan portofolio pembayarannya seperti Nuvei.

Advent dikenal aktif di sektor pembayaran dengan catatan investasi pada Worldpay, Vantiv, dan Nuvei. Keterlibatannya memberi fleksibilitas konsorsium dalam mengatasi kekhawatiran regulasi sekaligus membagi beban ekuitas yang terlalu berat bila dibiayai Stripe sendiri. Stripe memilih mitra ekuitas karena membiayai seluruh porsi sendiri akan sangat sulit.

PayPal dijadwalkan merilis laporan keuangan pada 28 Juli mendatang. Investor akan mencermati apakah segmen checkout inti mulai stabil setelah perusahaan memberi proyeksi lesu dan memperingatkan perlambatan momentum di awal tahun. Hasil itu dapat memperkuat atau melemahkan posisi tawar dewan dalam negosiasi.

Konsorsium berniat bergerak cepat meski negosiasi diprediksi makan waktu. Sumber menegaskan konsorsium tetap tertarik mencapai kesepakatan dan menjadi pihak paling serius dalam perebutan PayPal. Arah pembicaraan selanjutnya akan menentukan apakah Stripe dan Advent menaikkan tawaran atau menyerahkan ruang bagi peminat lain yang mungkin muncul.

Mengapa Ini Penting

Konsolidasi dua raksasa pembayaran global berpotensi menaikkan biaya transaksi lintas batas bagi jutaan freelancer dan UMKM Indonesia yang mengandalkan PayPal dan Stripe untuk menerima devisa. Penguasaan infrastruktur pembayaran oleh satu konsorsium juga memicu risiko monopoli yang dapat membatasi pilihan platform bagi startup lokal. Di sisi makro, Bank Indonesia perlu menyiapkan mitigasi terhadap dominasi asing pada sistem pembayaran elektronik nasional agar ketahanan sektor keuangan tetap terjaga.

Sumber Asli
Channel NewsAsia
Tanggal
16 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit