Berita

Dinkes Sulawesi Barat Deteksi 1.743 Kasus Tuberkulosis, 65 Persen Masih Belum Terjaring

Dinkes Sulawesi Barat Deteksi 1.743 Kasus Tuberkulosis, 65 Persen Masih Belum Terjaring

Ringkasan

  • Dinkes P2KB Sulbar melaporkan 1.743 kasus TBC hingga Juni 2026.
  • Sebanyak 65 persen penderita diperkirakan belum terdeteksi dan berpotensi menularkan penyakit di masyarakat.

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Sulawesi Barat melaporkan temuan sebanyak 1.743 kasus tuberkulosis (TBC) sepanjang periode Januari hingga Juni 2026. Angka ini mencerminkan dinamika kesehatan masyarakat di wilayah tersebut yang masih menghadapi tantangan besar dalam upaya eliminasi penyakit menular.

Kepala Dinkes P2KB Provinsi Sulawesi Barat, Nursyamsi Rahim, mengungkapkan bahwa temuan ini masih berada jauh di bawah estimasi target tahunan sebanyak 5.002 kasus. Dengan demikian, terdapat sekitar 3.259 kasus atau 65,2 persen penderita TBC yang hingga saat ini belum terdeteksi secara medis di lapangan.

Nursyamsi menegaskan bahwa kesenjangan angka ini merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Pasalnya, hampir 65 persen terduga penderita TBC diperkirakan masih beraktivitas di tengah masyarakat tanpa menyadari kondisi kesehatannya, sehingga berpotensi menularkan bakteri kepada 10 hingga 15 orang di sekitarnya setiap tahun.

Epidemiolog Kesehatan Dinkes P2KB Sulbar, Harsalim, menyoroti bahwa rendahnya tingkat deteksi disebabkan oleh minimnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri saat mengalami gejala batuk persisten lebih dari dua minggu. Selain itu, stigma negatif terkait penyakit ini masih menjadi hambatan utama yang membuat penderita merasa takut atau malu untuk mencari pengobatan.

Untuk mengatasi kendala tersebut, pihak dinas menekankan bahwa saat ini proses diagnosis telah didukung oleh alat canggih Tes Cepat Molekuler (TCM) yang memberikan hasil akurat. Pemerintah juga menjamin seluruh prosedur pemeriksaan dan penyediaan obat-obatan TBC diberikan secara gratis di seluruh puskesmas bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sebagai langkah strategis, Dinkes P2KB Sulbar kini mengintensifkan gerakan penemuan kasus secara aktif atau active case finding. Upaya ini dilakukan untuk memastikan target eliminasi TBC dapat tercapai, sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat guna mendukung visi pembangunan daerah yang maju dan sejahtera.

Mengapa Ini Penting

Tingginya angka kasus TBC yang belum terdeteksi menunjukkan urgensi pemanfaatan teknologi deteksi dini seperti Tes Cepat Molekuler dalam menekan laju penularan. Selain itu, pemahaman mengenai manajemen kesehatan masyarakat menjadi krusial agar stigma sosial tidak menghambat efektivitas program eliminasi penyakit menular di tingkat daerah.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
4 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit