Bisnis & Startup

DPR RI Ingatkan Gubernur BI Baru Harus Jaga Independensi Bank Sentral

Ringkasan

  • Wakil Ketua Komisi XI DPR Fauzi Amro menegaskan bahwa gubernur Bank Indonesia yang baru harus menjaga independensi bank sentral sesuai undang-undang, memperkuat kredibilitas kebijakan moneter, serta menjaga stabilitas rupiah dan inflasi.
  • Pernyataan ini disampaikan setelah Gubernur Perry Warjiyo mengundurkan diri.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menegaskan bahwa gubernur Bank Indonesia (BI) yang akan datang harus mampu menjaga independensi bank sentral sesuai amanat undang-undang. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR, Fauzi Amro, setelah Gubernur Perry Warjiyo mengumumkan pengunduran dirinya akhir pekan lalu. "Harapan kami kepada Gubernur Bank Indonesia yang baru adalah mampu menjaga independensi Bank Indonesia sesuai amanat undang-undang, memperkuat kredibilitas kebijakan moneter, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi, serta terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan otoritas sektor keuangan," kata Fauzi di Jakarta, Senin.

Pengunduran diri Perry Warjiyo merupakan langkah yang disesalkan banyak pihak. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengumumkan pergantian tersebut di Jakarta, Senin pagi, dan menyatakan bahwa proses selanjutnya akan mengikuti mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia. Fauzi mengatakan Komisi XI DPR menghormati keputusan Perry dan menganggapnya sebagai hak pribadi yang bersangkutan. Ia juga menyampaikan apresiasi atas pengabdian Perry selama memimpin BI dalam menjaga stabilitas moneter, sistem pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan.

"Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Bapak Perry Warjiyo atas pengabdian dan kontribusinya selama memimpin Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter, sistem pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan," ujarnya. Menurut pengamat ekonomi, pengunduran diri ini membuka peluang bagi pemimpin baru untuk melanjutkan agenda reformasi kebijakan moneter yang telah berjalan. Selain itu, proses fit and proper test yang akan dilakukan Komisi XI diharapkan berjalan objektif dan profesional untuk memilih calon yang benar-benar kompeten.

Fauzi memastikan bahwa Komisi XI DPR akan menjalankan fungsi konstitusionalnya dalam proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon gubernur BI secara objektif dan profesional. Ia juga mengingatkan bahwa presiden telah menerima surat pengunduran diri Perry dan akan memprosesnya sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, transisi kepemimpinan di BI diharapkan berjalan mulus dan tidak mengganggu stabilitas ekonomi nasional.

Ke depan, gubernur BI yang baru dituntut untuk tidak hanya menjaga independensi, tetapi juga memperkuat kredibilitas kebijakan moneter yang telah dibangun. Stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi tetap menjadi prioritas utama, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlanjut. Sinergi antarlembaga juga harus terus diperkuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Menurut ekonom dari Universitas Indonesia, pengunduran diri Perry Warjiyo menciptakan ruang bagi pemimpin baru untuk membawa perspektif segar dalam menghadapi tantangan ekonomi seperti tekanan inflasi, fluktuasi nilai tukar, dan kebutuhan pendalaman pasar keuangan domestik. "Gubernur baru harus mampu menjaga kepercayaan pasar dan masyarakat terhadap kebijakan moneter yang transparan dan akuntabel," katanya.

Proses seleksi gubernur BI baru diperkirakan akan dimulai dalam beberapa minggu ke depan. Presiden Prabowo Subianto, yang telah menerima surat pengunduran diri, kemungkinan akan mengusulkan beberapa kandidat kepada DPR. Komisi XI DPR, melalui fit and proper test, akan mengevaluasi calon-calon tersebut berdasarkan kompetensi, integritas, dan visi mereka terhadap kebijakan moneter Indonesia.

Masyarakat Indonesia berharap gubernur BI yang baru dapat mempertahankan stabilitas ekonomi yang telah tercapai selama ini, sekaligus merespons tantangan baru seperti digitalisasi sistem pembayaran, inklusi keuangan, dan pengelolaan risiko sistemik di era fintech. Dengan kepemimpinan yang kuat dan independen, BI diharapkan dapat terus menjadi pilar utama dalam menjaga perekonomian nasional tetap tangguh di tengah dinamika global.

Mengapa Ini Penting

Berita ini penting karena pergantian pucuk kepemimpinan di Bank Indonesia akan memengaruhi arah kebijakan moneter yang menjadi tulang punggung stabilitas ekonomi Indonesia. Independensi bank sentral menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan pasar, mengendalikan inflasi, dan stabilisasi nilai tukar rupiah, yang langsung berdampak pada daya beli masyarakat dan iklim investasi. Selain itu, proses seleksi yang transparan dan profesional diharapkan dapat menghasilkan pemimpin yang mampu merespons tantangan ekonomi digital dan keuangan inklusif, sehingga manfaat kebijakan moneter dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya oleh pelaku pasar besar.

Sumber Asli
Antara News Terkini
Tanggal
27 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit