Tim nasional Republik Demokratik Kongo sukses mencatatkan sejarah baru dalam perhelatan Piala Dunia setelah memastikan langkah mereka ke babak gugur. Dalam pertandingan penentuan Grup K yang berlangsung di Atlanta pada Sabtu waktu setempat, Kongo berhasil melakukan comeback gemilang dengan menaklukkan Uzbekistan dengan skor akhir 3-1.
Kemenangan ini terasa sangat emosional bagi skuad Kongo, mengingat ini merupakan partisipasi perdana mereka di ajang Piala Dunia setelah absen selama 52 tahun. Tekanan besar tampak menyelimuti para pemain di awal laga, terutama setelah kapten Uzbekistan, Eldor Shomurodov, berhasil membobol gawang Kongo saat pertandingan baru berjalan sepuluh menit.
Memasuki babak kedua, situasi sempat terlihat sulit bagi tim asal Afrika tersebut. Namun, titik balik terjadi ketika wasit memberikan hadiah penalti kepada Kongo. Yoane Wissa, yang tampil sebagai eksekutor, dengan tenang menjalankan tugasnya dan menyamakan kedudukan, yang sekaligus membangkitkan semangat rekan-rekan setimnya untuk terus menekan pertahanan lawan.
Keunggulan mentalitas tim mulai terlihat setelah gol penyeimbang tersebut. Pelatih Kongo kemudian melakukan perubahan strategi dengan memasukkan Fiston Mayele. Keputusan ini terbukti jitu, karena hanya berselang beberapa menit setelah masuk ke lapangan, Mayele sukses mencetak gol melalui sentuhan cerdas yang gagal diantisipasi oleh penjaga gawang Uzbekistan.
Tidak berhenti di situ, Yoane Wissa kembali menjadi pahlawan bagi negaranya dengan mencetak gol kedua sekaligus gol penutup dalam laga tersebut tepat di masa tambahan waktu. Gol ini memastikan kemenangan 3-1 yang membawa Kongo mengumpulkan empat poin, sekaligus mengamankan satu dari delapan slot peringkat ketiga terbaik yang berhak melaju ke fase berikutnya.
Dengan hasil ini, Republik Demokratik Kongo dijadwalkan akan kembali bertanding di Atlanta pada hari Rabu mendatang untuk menghadapi juara Grup L, yaitu tim nasional Inggris. Sementara itu, bagi Uzbekistan, kekalahan ini menandai akhir dari perjalanan mereka di Piala Dunia tahun ini tanpa meraih satu poin pun dalam debut turnamen prestisius tersebut.