Pelatih tim nasional Kolombia, Nestor Lorenzo, mengungkapkan rasa bangganya atas dominasi permainan anak asuhnya dalam laga terakhir fase grup melawan Portugal yang berakhir imbang 0-0 pada Sabtu lalu. Meskipun berhasil menguasai jalannya pertandingan, Lorenzo memberikan peringatan keras bahwa timnya tidak boleh lagi menyia-nyiakan terlalu banyak peluang emas saat memasuki babak gugur Piala Dunia yang akan datang.
Setelah mencatatkan kemenangan meyakinkan atas Uzbekistan dan Republik Demokratik Kongo di dua laga pembuka, hasil imbang melawan Portugal tetap memastikan Kolombia melaju ke babak 32 besar sebagai juara Grup K. Prestasi ini sekaligus mengantarkan mereka pada laga krusial menghadapi Ghana yang dijadwalkan berlangsung di Kansas City pada hari Jumat mendatang.
Dalam pertandingan melawan Portugal, serangan Kolombia sebenarnya tampil sangat impresif, baik melalui pergerakan dari lini tengah maupun sisi sayap. Namun, penyelesaian akhir menjadi kendala utama. Bahkan, gol yang sempat tercipta melalui sundulan bek tengah Davinson Sanchez di menit-menit akhir pertandingan harus dianulir oleh wasit karena terjebak posisi offside.
Lorenzo menekankan bahwa di fase gugur, lawan yang dihadapi akan memiliki kualitas pemain elit. "Jika Anda melewatkan begitu banyak peluang, Anda akan menderita lebih banyak daripada hari ini. Kami memang puas dengan hasil imbang yang memastikan posisi puncak grup, namun kami berharap bisa lebih efektif dalam penyelesaian akhir," ujar pelatih asal Argentina tersebut.
Salah satu aspek yang paling disyukuri oleh Lorenzo adalah kemampuan timnya untuk melancarkan serangan bertubi-tubi tanpa mengabaikan pertahanan. Ia menilai transisi dari menyerang ke bertahan dilakukan dengan sangat spektakuler. Peran Davinson Sanchez dan gelandang bertahan Jefferson Lerma dinilai sangat krusial dalam menstabilkan tim saat lawan melancarkan serangan balik cepat.
Menanggapi ekspektasi publik Kolombia yang kini kian membumbung tinggi, Lorenzo memilih untuk tetap bersikap realistis. Ia mengakui bahwa harapan masyarakat sangat besar sejak ia ditunjuk sebagai pelatih. Namun, ia menegaskan bahwa timnya harus tetap fokus menjalani setiap pertandingan satu per satu tanpa terlalu memikirkan target juara yang terlalu jauh, demi menjaga mentalitas pemain.