Tim nasional Republik Demokratik Kongo langsung mengalihkan fokus mereka menuju babak 32 besar Piala Dunia setelah meraih kemenangan dramatis atas Uzbekistan pada Sabtu lalu. Pelatih Sebastien Desabre menegaskan bahwa persiapan intensif untuk menghadapi Inggris akan dimulai tanpa penundaan. Kemenangan 3-1 dalam laga terakhir Grup K tersebut memastikan langkah Kongo melaju sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik, yang sekaligus menetapkan pertemuan krusial melawan skuad asuhan Thomas Tuchel di Atlanta pada hari Rabu mendatang.
Dalam konferensi pers pascapertandingan, Desabre menekankan pentingnya persiapan taktis bagi timnya. Ia mengakui bahwa kehadiran beberapa pemain yang berkarier di liga Inggris akan menjadi aset berharga dalam menganalisis kekuatan lawan. Meskipun menyadari tantangan besar yang menanti, Desabre optimistis bahwa timnya mampu mempersiapkan diri dengan cara terbaik untuk menghadapi pertandingan yang sangat menentukan bagi masa depan mereka di turnamen ini.
Kemenangan atas Uzbekistan menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Kongo karena merupakan kemenangan pertama mereka di Piala Dunia. Bintang Newcastle United, Yoane Wissa, menjadi aktor utama dalam laga tersebut dengan mencetak dua gol krusial yang membalikkan keadaan. Desabre tidak lupa memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pemainnya yang telah berjuang keras selama empat tahun terakhir untuk mencapai titik ini, seraya menekankan bahwa kepercayaan diri yang konsisten adalah kunci keberhasilan tim.
Secara emosional, Desabre mengungkapkan bahwa kemenangan ini memiliki arti besar bagi masyarakat di negaranya. Ia merasa bangga karena timnya mampu memberikan citra positif bagi Republik Demokratik Kongo di panggung internasional. Prestasi ini dianggap sebagai buah dari kerja keras kolektif yang telah dibangun oleh staf pelatih dan pemain selama masa persiapan jangka panjang yang telah mereka lalui bersama.
Menanggapi jalannya pertandingan, Desabre menjelaskan bahwa ia tidak merasa panik meski timnya sempat tertinggal di 10 menit pertama. Menurutnya, strategi yang telah disusun sejak awal turnamen berjalan sesuai rencana. Ia sengaja melakukan rotasi dengan menurunkan pemain yang belum sempat tampil dalam dua pertandingan sebelumnya melawan Portugal dan Kolombia, guna memastikan stamina dan kesegaran fisik skuad tetap terjaga.
Keputusan taktis untuk memberikan kesempatan kepada pemain segar terbukti memberikan keuntungan signifikan di lapangan. Desabre meyakini bahwa rotasi pemain adalah langkah logis yang membawa timnya meraih kemenangan di babak krusial. Kini, seluruh perhatian tertuju pada persiapan melawan Inggris, di mana fokus utama akan diarahkan pada penguatan disiplin pertahanan dan efisiensi serangan untuk menghadapi tim dengan kualitas setingkat Inggris.