Internasional

Drone Israel Hantam Pemakaman di Gaza, Delapan Warga Tewas

Ringkasan

  • Drone Israel menyerang pemakaman di Gaza Jumat (17/7), tewas 8 warga, 20 luka.

Sebuah serangan udara menggunakan drone oleh militer Israel menewaskan delapan warga Palestina dan melukai 20 orang lainnya di Jalur Gaza, Jumat (17/7). Peristiwa terjadi saat korban sedang berkumpul untuk menggelar prosesi pemakaman di luar Masjid Ahmad Yassin, Nuseirat, Gaza tengah.

Menurut saksi mata yang dihimpun Anadolu Agency, drone Israel secara langsung menyasar kerumunan warga yang menunggu prosesi pemakaman seorang warga Palestina. Warga tersebut sebelumnya gugur akibat tembakan pasukan Israel pada Jumat pagi. Rekaman video di media sosial memperlihatkan jasad dan korban luka terbaring di jalanan dengan darah menempel pada pakaian mereka.

Kantor Media Gaza menyatakan bahwa dalam kurun 72 jam terakhir, tentara Israel telah membunuh lebih dari 25 warga Palestina. Sasaran serangan meliputi pasar, acara pemakaman, pertemuan sipil, hingga rumah-rumah warga. Pihaknya mengecam tindakan tersebut sebagai eskalasi kejahatan sistematis terhadap penduduk sipil yang tak bersenjata.

Serangan ini berlangsung di tengah status gencatan senjata yang sejatinya berlaku sejak 10 Oktober 2025. Israel dinilai terus melanggar kesepakatan tersebut dengan operasi militer yang tidak membedakan antara target tempur dan warga biasa. Pelanggaran beruntun ini memicu kecaman dari berbagai pihak terkait pelanggaran hukum humaniter internasional.

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, sejak gencatan senjata dimulai, pelanggaran yang dilakukan Israel telah merenggut nyawa 1.127 warga Palestina dan melukai 3.643 orang per Kamis (16/7). Angka tersebut belum termasuk korban dari insiden pemakaman Nuseirat. Total korban jiwa akibat operasi militer Israel di Gaza telah melampaui 73.000 orang, dengan lebih dari 173.000 lainnya terluka.

Kerusakan infrastruktur sipil di Gaza mencapai tingkat kritis. Sekitar 90 persen bangunan publik dan permukiman hancur total atau rusak parah. Kondisi ini menjadikan Gaza salah satu wilayah dengan kehancuran fisik terluas dalam konflik modern, sekaligus memicu krisis kemanusiaan yang sulit dipulihkan dalam waktu singkat.

Bagi pembaca di Indonesia, tragedi ini menunjukkan betapa rentannya warga sipil ketika teknologi militer seperti drone digunakan tanpa batasan operasional yang jelas. Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia memiliki kepekaan tinggi terhadap isu Palestina. Masyarakat luas kerap mengaitkan konflik ini dengan prinsip solidaritas kemanusiaan lintas batas.

Penggunaan drone tempur juga relevan dengan diskusi di Tanah Air mengenai regulasi senjata udara nirawak. Meski Indonesia tidak menggunakan drone untuk operasi ofensif terhadap warga sendiri, perkembangan teknologi pertahanan di kawasan menuntut pengawasan etis yang ketat. Pengalaman Gaza menjadi pengingat akan bahaya ketika alat tersebut jatuh ke tangan pihak yang abai pada hukum perang.

Kantor Media Gaza menegaskan bahwa serangan berturut-turut tersebut merupakan konfirmasi kebijakan terorisme yang ditujukan kepada setiap makhluk hidup di Jalur Gaza. Pernyataan itu menekankan bahwa tindakan Israel secara terbuka melanggar perjanjian, konvensi, dan hukum humaniter internasional yang seharusnya melindungi warga tak bersenjata.

Saksi mata di lokasi memaparkan bahwa masyarakat hanya sedang menjalankan ritual keagamaan dan penghormatan terakhir kepada kerabat. Kehadiran drone dan hantaman tiba-tiba di tengah kerumunan menunjukkan tidak adanya ruang aman bagi aktivitas sipil sehari-hari di zona konflik tersebut.

Ke depan, tekanan diplomatik dari negara-negara Arab dan organisasi internasional diprediksi akan meningkat guna memaksa kepatuhan Israel pada gencatan senjata. Namun, dengan tingginya intensitas pelanggaran, prospek perdamaian jangka pendek terlihat suram. Warga Gaza diperkirakan akan terus menghadapi risiko serangan saat menjalankan rutinitas dasar seperti pemakaman atau berbelanja di pasar.

Pemulihan Gaza akan membutuhkan dekade jika kekerasan dihentikan sekarang. Tanpa intervensi kemanusiaan masif dan jaminan keamanan dari pihak eksternal, korban sipil dipastikan bertambah seiring runtuhnya layanan kesehatan dan tempat tinggal. Dunia tetap menyaksikan dengan prihatin, namun aksi konkret penyelamatan warga sipil belum menunjukkan hasil nyata.

Mengapa Ini Penting

Konflik Gaza mencerminkan urgensi regulasi global atas penggunaan drone militer agar tidak menyasar sipil, isu yang relevan dengan perkembangan alutsista di Asia Tenggara. Masyarakat Indonesia perlu memahami dampak nyata pelanggaran hukum humaniter karena posisi diplomatik negara mendukung kemerdekaan Palestina. Tragedi ini juga menguji efektivitas diplomasi multilateral yang selama ini diandalkan sebagai jalur perdamaian. Bagi sektor teknologi pertahanan lokal, kejadian menjadi pelajaran etika pemanfaatan sistem nirawak.

Sumber Asli
CNN Indonesia Internasional
Tanggal
18 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit