Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, secara resmi mewakili Pemerintah Indonesia dalam rangkaian prosesi pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Kehadiran ini merupakan wujud penghormatan diplomatik Indonesia atas undangan resmi yang disampaikan oleh Pemerintah Iran kepada perwakilan negara-negara sahabat.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, mengonfirmasi bahwa Pemerintah Indonesia telah menerima undangan tersebut dan memberikan apresiasi penuh atas tawaran untuk menghadiri rangkaian acara penghormatan terakhir. Keputusan untuk menunjuk Dubes Rolliansyah sebagai perwakilan resmi nasional menunjukkan eratnya hubungan bilateral yang terjalin antara Jakarta dan Teheran.
Pada Sabtu pagi waktu setempat, Dubes Rolliansyah telah hadir langsung di Musalla Besar Teheran untuk memberikan penghormatan terakhir serta mengikuti doa bersama. Lokasi tersebut menjadi pusat persemayaman jenazah sebelum rangkaian upacara pelepasan yang dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan, yang juga terbuka bagi masyarakat umum.
Pemerintah Iran sendiri telah menyampaikan apresiasi kepada Indonesia atas kehadiran Dubes Rolliansyah. Sebelumnya, otoritas Iran telah menginformasikan kepada seluruh perwakilan diplomatik di Teheran bahwa acara penghormatan resmi akan melibatkan pejabat tinggi pemerintah pusat, yang mencerminkan signifikansi sosok mendiang bagi stabilitas kawasan.
Prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei direncanakan berlangsung secara bertahap. Setelah disemayamkan di Teheran, jenazah rencananya akan dibawa ke berbagai kota penting, termasuk Qom, serta melakukan perjalanan ke Irak untuk prosesi di Baghdad, Karbala, dan Najaf. Tahap akhir pengebumian dijadwalkan akan dilakukan di kota Mashhad pada Kamis (9/7).
Selain delegasi Indonesia, upacara di Teheran juga dihadiri oleh sejumlah pemimpin negara dunia, termasuk Presiden Irak Nizar Amidi, Presiden Tajikistan Emomali Rahmon, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, serta delegasi resmi dari Rusia dan Pakistan. Kehadiran para pemimpin global ini menegaskan posisi strategis Iran dalam peta politik internasional dan pengaruh mendiang Ayatollah Ali Khamenei di panggung global.