Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar secara resmi telah memanggil anggota DPRD dari fraksi mereka, Therensius Lazakar, untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan intimidasi terhadap dr. Elisa Princilia Utami Pakaenoni, atau yang akrab disapa dokter Icha. Langkah ini diambil menyusul insiden tragis meninggalnya sang dokter yang diduga mengalami tekanan psikologis berat pasca-kejadian tersebut.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menyatakan bahwa pemanggilan dilakukan melalui Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Saat ini, pihak DPD NTT tengah merampungkan laporan hasil klarifikasi tersebut untuk kemudian diserahkan kepada pengurus pusat sebagai dasar pengambilan keputusan organisasi lebih lanjut.
Sarmuji menegaskan bahwa Partai Golkar berkomitmen untuk bertindak adil dan objektif dalam menyikapi kasus ini. Pihaknya berjanji akan memberikan sanksi tegas apabila terbukti terdapat keterlibatan kader dalam tindakan intimidasi yang merugikan pihak lain, khususnya tenaga medis yang sedang menjalankan tugas profesionalnya di lapangan.
Meski demikian, partai tetap mengedepankan prinsip praduga tak bersalah. Sarmuji menekankan perlunya pendalaman fakta untuk memastikan apakah benar terdapat tindakan intimidasi, serta sejauh mana korelasi langsung antara tindakan tersebut dengan keputusan tragis yang diambil oleh korban. Proses investigasi internal ini diharapkan dapat mengungkap kebenaran secara transparan.
Kasus ini bermula ketika dr. Icha ditemukan meninggal dunia di rumah orang tuanya di Kabupaten Kupang, NTT, pada Jumat (26/6) lalu. Sebelum meninggal, korban sempat mendapatkan perawatan medis akibat gangguan psikologis yang diduga dipicu oleh bentakan dan intimidasi dari tiga anggota DPRD saat menangani pasien anak korban gigitan ular di RS Leona pada 13 Juni 2026.
Selain Therensius Lazakar dari Partai Golkar, pihak kepolisian juga telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua anggota DPRD lainnya yang turut hadir di lokasi kejadian, yakni Robert Tubani dari PKB dan Veronika Lake dari PDIP. Pihak keluarga korban melalui Victor Manbait menyatakan bahwa dr. Icha mengalami ketakutan mendalam akibat perlakuan intimidatif yang diterima saat bertugas, yang hingga kini menjadi sorotan publik luas.