Pemerintah Rusia melalui Duta Besar Luar Biasa Kementerian Luar Negeri, Rodion Miroshnik, melontarkan tuduhan serius terkait insiden ledakan yang mengguncang Monako pada awal pekan ini. Miroshnik secara terbuka menyatakan keyakinannya bahwa Dinas Keamanan Ukraina (SBU) terlibat langsung dalam upaya pembunuhan terhadap pengusaha asal Ukraina, Vadim Yermolayev. Menurut pernyataan yang disampaikan kepada kantor berita RIA Novosti, ia mengklaim adanya kolaborasi antara elemen intelijen Ukraina dengan kelompok kriminal dalam eksekusi serangan tersebut.
Ledakan yang terjadi pada Senin malam waktu setempat tersebut mengakibatkan tiga orang terluka, yakni seorang pria, seorang wanita, dan seorang anak. Perusahaan komunikasi Silver Eye, yang mewakili kepentingan Yermolayev, mengonfirmasi bahwa sang pengusaha dan putranya termasuk dalam daftar korban luka. Laporan dari surat kabar Prancis, Le Figaro, menyebutkan bahwa dua dari tiga korban saat ini berada dalam kondisi kritis akibat serangan tersebut.
Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang beredar menunjukkan seorang pria tak dikenal dengan sengaja meninggalkan tas ransel di pintu masuk gedung sesaat sebelum para korban melintas. Bukti visual ini kini menjadi fokus utama penyelidikan oleh otoritas keamanan Monako untuk melacak pelaku di balik aksi pengeboman tersebut. Hingga saat ini, pihak kepolisian terus melakukan analisis mendalam terhadap jejak digital dan fisik yang ditinggalkan di lokasi kejadian.
Reaksi awal dari otoritas Monako sempat memicu spekulasi luas. Menteri Negara Monako, Christophe Mirmand, sempat melabeli peristiwa ini sebagai serangan teroris pertama dalam sejarah negara kepangeranan tersebut. Namun, Jaksa Agung Monako, Stephane Thibault, memberikan klarifikasi bahwa berdasarkan data awal, insiden tersebut belum secara resmi diklasifikasikan sebagai serangan teroris, meski penyelidikan tetap berjalan dengan urgensi tinggi.
Di sisi lain, media Prancis, Le Figaro, melaporkan bahwa skenario utama yang sedang didalami oleh tim penyidik mengarah pada dugaan bahwa SBU berada di balik insiden ini. Motif yang diyakini oleh para penyidik adalah upaya peringatan keras terhadap Yermolayev. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Ukraina mengenai tuduhan tersebut, sementara Rusia terus mendesak komunitas internasional untuk memberikan sanksi tegas.
Situasi ini menambah ketegangan diplomatik di kancah internasional, terutama terkait eskalasi metode intelijen yang digunakan dalam konflik yang melibatkan aktor non-negara. Miroshnik memperingatkan bahwa tanpa adanya tindakan keras atau sanksi dari pihak internasional, insiden serupa berpotensi untuk terus meningkat dan mengancam keamanan di wilayah Eropa serta kawasan lainnya yang menjadi tempat tinggal para tokoh terkait konflik tersebut.