Komite Parlementer Pemerintah (GPC) Bidang Transportasi Singapura dijadwalkan akan mengajukan mosi pada Selasa (7/7) guna mendesak pemerintah memperkuat strategi transportasi jangka panjang. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mempertahankan daya saing Singapura di panggung global. Ini menandai mosi anggota parlemen pertama yang diajukan oleh GPC sejak Pemilihan Umum 2025.
Ketua GPC, Tin Pei Ling, menjelaskan bahwa mosi ini menempatkan konektivitas sebagai penggerak utama daya saing ekonomi nasional. Fokus utama diskusi parlemen nantinya adalah pada konektivitas global yang bersifat strategis, bukan sekadar membahas isu transportasi publik harian. Meskipun isu harian tetap menjadi prioritas GPC, langkah ini lebih menekankan pada visi jangka panjang negara.
Dalam persiapannya, Tin akan memimpin pengajuan mosi ini bersama wakil ketua, Edward Chia. Mosi ini dirancang untuk menetapkan agenda diskusi transportasi selama sisa masa jabatan parlemen saat ini. Para anggota parlemen juga berharap Singapura dapat memanfaatkan posisi ketua ASEAN pada tahun 2027 untuk memperkuat kerja sama transportasi regional di tengah ketidakpastian geopolitik yang kian meningkat.
Tin menekankan bahwa sebagai negara kecil dengan ekonomi terbuka, memiliki konektivitas yang tangguh ke kawasan dan seluruh dunia adalah hal yang krusial. Krisis yang terjadi di Timur Tengah baru-baru ini semakin mempertegas urgensi dari strategi konektivitas yang sedang disusun tersebut.
Salah satu pilar utama mosi ini adalah penerapan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI). Tin menyarankan agar Singapura tidak sekadar bersaing dalam pengembangan model AI dasar, melainkan lebih fokus pada aplikasi praktis AI dalam sektor transportasi. Hal ini bertujuan untuk mengintegrasikan sistem transportasi darat, laut, dan udara secara lebih efisien dan optimal melalui infrastruktur fisik dan digital yang terpadu.
Selain itu, mosi ini menyoroti kesiapan tenaga kerja menghadapi transformasi AI. Edward Chia mencatat bahwa kekhawatiran utama pengusaha saat ini bukanlah penggantian peran oleh AI, melainkan kesulitan mengisi lowongan kerja di sektor aviasi dan maritim. Fokus pemerintah ke depan adalah meningkatkan keterampilan (upskilling) dan kesadaran karier bagi warga Singapura di sektor-sektor strategis tersebut guna memastikan keberlanjutan ekonomi jangka panjang.