Perdana Menteri Moldova, Alexandru Munteanu, secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan yang telah ia pegang sejak November tahun lalu. Keputusan mendadak ini secara otomatis memicu pengunduran diri seluruh jajaran kabinet pemerintahannya, menciptakan dinamika politik baru yang signifikan bagi negara tersebut.
Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui media sosial pada Jumat lalu, Munteanu menjelaskan bahwa keputusannya diambil saat ia merasa tidak lagi mampu menjalankan mandatnya sesuai dengan prinsip dan keyakinan pribadinya. Meski tidak memberikan rincian mendalam mengenai alasan spesifik di balik pengunduran dirinya, ia menegaskan komitmennya untuk tetap mengabdi kepada negara dari posisi apa pun di masa mendatang.
Langkah ini memberikan tantangan politik yang nyata bagi Presiden Maia Sandu dan partai penguasa, Party of Action and Solidarity (PAS). Mengikuti prosedur konstitusional Moldova, Presiden Sandu kini diwajibkan untuk melakukan konsultasi dengan kelompok-kelompok parlementer sebelum menunjuk kandidat perdana menteri yang baru. Sandu menyatakan bahwa Munteanu akan tetap menjalankan tugasnya sebagai pelaksana harian hingga pemerintahan baru terbentuk dalam waktu dekat.
Pengunduran diri ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan publik dan politik terkait skandal korupsi yang menyeret sebuah perusahaan penerbangan milik negara, MoldATSA. Laporan mengenai manipulasi data riwayat hidup direktur perusahaan hingga tuduhan nepotisme terkait penunjukan kerabat presiden dalam posisi publik telah memicu kemarahan masyarakat. Sebagai respons, pemerintah telah membentuk komite investigasi khusus untuk meninjau tata kelola perusahaan negara dan prosedur rekrutmen jabatan senior.
Presiden Sandu sendiri membantah keras spekulasi yang menyebutkan bahwa Munteanu dibatasi dalam menjalankan aksi pemerintahannya. Ia menegaskan bahwa perdana menteri memiliki kebebasan penuh untuk memimpin pemerintahan sesuai dengan visi pribadinya. Namun, Sandu mengakui bahwa ia sempat berharap adanya keterlibatan yang lebih proaktif dari Munteanu dalam menangani keputusan sulit serta komunikasi publik yang lebih intens untuk menjelaskan urgensi reformasi nasional.
Munteanu, seorang mantan pejabat Bank Dunia yang memiliki pengalaman internasional selama dua dekade, sebelumnya diangkat setelah kemenangan telak PAS dalam pemilihan parlemen September 2025. Kemenangan tersebut menjadi mandat kuat bagi Moldova untuk melanjutkan aksesi ke Uni Eropa dan melepaskan diri dari pengaruh Rusia. Proses transisi pemerintahan ini kini menjadi krusial untuk memastikan stabilitas politik Moldova tetap terjaga di tengah ambisi integrasi Eropa mereka.