Internasional

Tuntut Kenaikan Upah, Ribuan Pekerja Ritel di Jerman Gelar Mogok Kerja Nasional

Tuntut Kenaikan Upah, Ribuan Pekerja Ritel di Jerman Gelar Mogok Kerja Nasional

Ringkasan

  • Ribuan pekerja ritel di Jerman melakukan mogok kerja nasional sebagai bentuk protes atas kebuntuan negosiasi kenaikan upah dengan pihak pengusaha.

Ribuan pekerja sektor ritel dan perdagangan di seluruh Jerman dijadwalkan melancarkan aksi mogok kerja massal pada Jumat ini. Langkah ini diambil setelah perundingan alot terkait kenaikan upah antara serikat pekerja Ver.di dan pihak pengusaha menemui jalan buntu yang berkepanjangan.

Serikat Pekerja Jasa Bersatu (Ver.di) secara resmi menyerukan kepada seluruh pekerja di sektor ritel, perdagangan grosir, serta perdagangan luar negeri untuk kembali turun ke jalan. Aksi ini bertujuan untuk memberikan tekanan lebih besar kepada pihak pengusaha dalam proses negosiasi perjanjian kerja bersama yang hingga kini belum mencapai kata sepakat.

Aksi unjuk rasa skala besar dipusatkan di berbagai kota pusat perdagangan utama di Jerman, termasuk Berlin, Dortmund, Wiesbaden, Hannover, Oldenburg, Braunschweig, dan Hamburg. Para pekerja menuntut perbaikan kondisi ekonomi di tengah inflasi yang masih membayangi daya beli mereka.

Silke Zimmer, anggota Dewan Eksekutif Federal Ver.di, menuding kalangan pengusaha sengaja memperlambat proses negosiasi. Menurutnya, setelah melewati lebih dari 25 putaran perundingan, tawaran yang diberikan pengusaha masih jauh dari harapan dan dinilai justru memicu penurunan upah riil bagi para pekerja.

Pihak pengusaha sebelumnya menawarkan kenaikan upah sebesar 2,4 persen yang baru berlaku pada November 2026, diikuti kenaikan 2 persen pada Agustus 2027. Namun, Ver.di menolak tawaran tersebut dan bersikeras menuntut kenaikan sebesar 7 persen dengan kenaikan minimum 225 euro per bulan untuk kontrak selama 12 bulan.

Sebagai sektor swasta terbesar yang mempekerjakan lebih dari 5,2 juta orang di Jerman, stabilitas di industri ritel sangat krusial bagi perekonomian negara tersebut. Kegagalan mencapai kesepakatan dalam negosiasi ini diprediksi akan terus memicu ketidakpastian operasional di pusat-pusat perbelanjaan utama di Jerman dalam waktu dekat.

Mengapa Ini Penting

Aksi mogok kerja di Jerman ini menjadi pengingat bagi pelaku industri global tentang pentingnya menjaga hubungan industrial yang sehat di tengah tekanan inflasi. Bagi Indonesia, fenomena ini relevan sebagai studi kasus dalam manajemen hubungan industrial dan dampaknya terhadap stabilitas rantai pasok ritel global yang terintegrasi.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
3 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit