Chiranuj Bhirombhakdi, ibu dari Siranudh “Psi” Scott, secara resmi mencabut gugatan hukum terhadap putra bungsunya pada Jumat lalu. Keputusan ini mengakhiri perselisihan hukum yang sempat menyita perhatian publik di Thailand, yang didasarkan pada undang-undang kuno tahun 1908 mengenai kewajiban anak kepada orang tua atau yang sering disebut sebagai aturan 'anak tidak tahu terima kasih'.
Kasus ini bermula pada bulan Februari lalu ketika Chiranuj membawa permasalahan internal keluarganya ke ranah hukum. Langkah tersebut memicu perdebatan luas di masyarakat Thailand, sebuah negara yang menempatkan nilai-nilai kesucian hubungan keluarga di atas segalanya. Gugatan ini muncul setelah Psi, seorang aktivis konservasi laut, secara berani mengungkapkan tuduhan kekerasan seksual yang dialaminya di masa kecil oleh kakak laki-lakinya, Sunit Bhirombhakdi.
Pengakuan Psi yang disampaikan melalui media sosial pada bulan Mei lalu telah mengejutkan publik dan mengungkap keretakan serius dalam salah satu keluarga terkaya di Thailand. Keluarga Bhirombhakdi merupakan pemilik Boon Rawd Brewery Group, perusahaan yang memproduksi merek bir ternama Singha. Kasus ini tidak hanya menjadi konsumsi media lokal, tetapi juga menyoroti dinamika kekuasaan dan privasi dalam keluarga konglomerat.
Di sisi lain, Sunit Bhirombhakdi telah membantah dengan tegas seluruh tuduhan yang dilontarkan oleh adiknya. Meski demikian, dampak dari skandal ini sangat signifikan bagi operasional perusahaan. Tak lama setelah tuduhan tersebut mencuat ke publik, pihak manajemen perusahaan keluarga segera mencopot Sunit dari seluruh posisi eksekutif yang ia jabat, menandakan adanya tekanan internal dan eksternal akibat skandal tersebut.
Dalam pernyataan resmi yang dibagikan kepada media lokal, Chiranuj mengungkapkan bahwa pencabutan gugatan ini merupakan hasil dari proses mediasi di pengadilan. Ia menyatakan keinginannya agar keluarga tersebut mendapatkan ruang untuk memulihkan diri dari konflik berkepanjangan yang telah terjadi. Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk meredam kegaduhan publik yang selama ini menyelimuti keluarga mereka.
Meski gugatan hukum telah ditarik, trauma dan ketegangan yang ditimbulkan oleh pengakuan publik Psi tetap menjadi catatan penting dalam sejarah keluarga Bhirombhakdi. Kasus ini sekaligus menjadi pengingat tentang bagaimana batasan antara ranah pribadi dan tanggung jawab publik dapat menjadi sangat tipis, terutama bagi tokoh-tokoh yang berada di bawah sorotan industri besar seperti Boon Rawd Brewery Group.