Suasana duka menyelimuti ibu kota Suriah, Damaskus, setelah ledakan bom yang mengguncang sebuah kafe populer pada hari Kamis lalu. Tragedi ini merenggut nyawa sembilan orang, di antaranya enam orang merupakan pengacara profesional yang tengah beraktivitas di sekitar kawasan hukum. Prosesi pemakaman para korban berlangsung khidmat pada hari Jumat di kawasan Midan yang biasanya dipenuhi hiruk pikuk aktivitas warga.
Ledakan tersebut terjadi di Al-Mushairiya Cafe yang terletak di Jalan al-Nasr, Distrik al-Hijaz. Lokasi ini hanya berjarak sekitar 70 meter dari Istana Keadilan, sebuah gedung penting yang sering menjadi tempat berlangsungnya berbagai persidangan kasus besar. Karena lokasinya yang strategis, kafe tersebut menjadi titik kumpul utama bagi para pengacara, praktisi hukum, serta pengunjung pengadilan untuk berdiskusi atau sekadar beristirahat.
Selain sembilan korban jiwa, otoritas setempat melaporkan setidaknya 22 orang lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Gubernur Damaskus, Maher Marwan, menyatakan bahwa perangkat peledak yang digunakan tergolong primitif. Pihak berwenang telah berjanji akan melakukan investigasi mendalam untuk memastikan para pelaku bertanggung jawab atas tindakan keji ini, meskipun hingga saat ini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab.
Asosiasi Pengacara Suriah secara resmi mengeluarkan pernyataan duka cita atas gugurnya para rekan sejawat mereka. Mereka menyebut para korban sebagai martir yang tewas saat sedang menjalankan tugas mulia dalam sistem peradilan. Identitas para pengacara yang tewas telah dikonfirmasi, termasuk di antaranya Muhannad Khalaf, Zuhair Askar, Hossam al-Safadi, Mahmoud al-Shamali, Muhammad Ali al-Shihab, dan Eid Muhammad Awad.
Kisah pilu datang dari salah satu korban, Eid Muhammad, seorang ayah dari enam putri yang merupakan tulang punggung keluarganya. Ia dilaporkan sedang menelaah dokumen hukum di kafe tersebut saat bom meledak. Gambar yang beredar di media sosial menunjukkan tumpukan dokumen hukum yang masih berada di samping jenazahnya, menjadi saksi bisu dedikasi mereka terhadap profesi hukum hingga saat-saat terakhir.
Otoritas keamanan Suriah membantah rumor yang beredar di media sosial mengenai adanya pelaku bom bunuh diri. Mereka menegaskan bahwa bom tersebut ditanam di dalam kafe sebelum akhirnya diledakkan. Hingga kini, aparat keamanan masih terus menyisir lokasi kejadian dan mengumpulkan bukti, sementara warga Damaskus mendesak pemerintah untuk meningkatkan keamanan secara lebih tegas demi menjaga stabilitas dan keselamatan publik di masa depan.