Internasional

Anwar Ibrahim Tegaskan Malaysia Tetap Kejar Jho Low Meski Ada Potensi Pengampunan AS

Anwar Ibrahim Tegaskan Malaysia Tetap Kejar Jho Low Meski Ada Potensi Pengampunan AS

Ringkasan

  • Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim berkomitmen melanjutkan pengejaran Jho Low atas skandal 1MDB meskipun muncul kabar potensi pengampunan presiden di AS.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, pada Jumat menyatakan bahwa pemerintahannya tidak akan menghentikan upaya hukum untuk mengejar buronan kelas kakap, Jho Low, terkait skandal mega korupsi 1MDB. Pernyataan tegas ini muncul di tengah spekulasi bahwa taipan yang diduga menjadi otak di balik skandal keuangan tersebut berpotensi menerima pengampunan presiden dari Amerika Serikat.

Jho Low, yang hingga kini keberadaannya masih menjadi misteri, menghadapi dakwaan berat di Malaysia sejak 2018. Ia dituduh melakukan konspirasi pencucian uang bernilai miliaran dolar dari dana kekayaan negara 1MDB, serta melanggar berbagai undang-undang anti-penyuapan. Kasus ini telah menjadi salah satu skandal keuangan terbesar dalam sejarah modern yang melibatkan banyak yurisdiksi internasional.

Selain tuduhan pencucian uang, Jho Low dilaporkan menggunakan dana hasil kejahatan tersebut untuk gaya hidup mewah. Ia tercatat sering berinteraksi dengan selebritas papan atas Hollywood, membeli properti mewah di berbagai negara, memiliki kapal pesiar super, serta mengoleksi karya seni bernilai fantastis. Gaya hidup glamor ini kontras dengan kondisi keuangan negara Malaysia yang sempat terpuruk akibat skandal tersebut.

Skandal 1MDB sendiri bermula dari inisiatif mantan Perdana Menteri Najib Razak pada tahun 2009, yang awalnya diklaim bertujuan untuk mendorong pembangunan ekonomi dan menarik investasi asing. Namun, dana tersebut justru disalahgunakan secara masif, yang memicu kemarahan publik luas di Malaysia dan pada akhirnya berperan besar dalam kekalahan koalisi Najib pada pemilihan umum tahun 2018.

Laporan media Amerika Serikat menyebutkan bahwa Jho Low telah mengajukan permohonan pengampunan kepada Presiden Donald Trump pada bulan Mei lalu. Ia dikabarkan masuk dalam daftar 250 orang yang dipertimbangkan untuk mendapatkan pengampunan presiden dalam rangka perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat. Namun, Anwar Ibrahim menekankan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan otoritas Amerika.

Menanggapi potensi pengampunan di Amerika Serikat yang bisa menggugurkan dakwaan pidana terhadap Jho Low di sana, Anwar Ibrahim menegaskan bahwa Malaysia tetap memiliki kedaulatan hukum. Pemerintah Malaysia berkomitmen untuk terus memproses kasus ini sesuai dengan hukum nasional agar keadilan bagi rakyat Malaysia dapat ditegakkan, terlepas dari keputusan politik atau hukum yang diambil oleh pihak asing terkait buronan tersebut.

Mengapa Ini Penting

Kasus 1MDB merupakan pengingat penting bagi kawasan Asia Tenggara mengenai bahaya tata kelola keuangan negara yang buruk dan pencucian uang lintas negara. Bagi Indonesia, ketegasan Malaysia dalam mengejar aktor intelektual korupsi menjadi preseden positif dalam penegakan hukum lintas batas dan transparansi keuangan di ASEAN.

Sumber Asli
Scmp
Tanggal
3 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit