Sistem layanan kesehatan di Inggris kini tengah menghadapi sorotan tajam setelah dua penyelidikan independen mengungkap adanya kegagalan sistemik yang berkontribusi pada lonjakan angka kematian ibu dan bayi. Laporan terbaru yang dipimpin oleh pakar persalinan Donna Ockenden menyoroti kondisi memprihatinkan di Nottingham University Hospitals Trust (NUH), di mana ratusan kasus kematian dan cedera dilaporkan terjadi akibat standar perawatan yang jauh dari layak.
Investigasi mendalam terhadap Queen’s Medical Centre dan Nottingham City Hospital menemukan bahwa setidaknya 444 ibu dan 76 bayi baru lahir mengalami dampak buruk yang sebenarnya bisa dicegah selama periode 13 tahun. Laporan tersebut mencatat adanya pola perilaku merugikan, termasuk intimidasi terhadap staf dan pasien, serta budaya kerja toksik yang menghambat pemberian layanan medis yang aman dan responsif.
Salah satu temuan yang paling mengguncang publik adalah insiden di mana jenazah bayi yang lahir prematur secara tidak sengaja dibuang sebagai limbah medis oleh staf laboratorium pasca-autopsi. Kejadian ini mencerminkan kegagalan tata kelola klinis yang parah, di mana komunikasi antar unit organisasi tidak berjalan dengan baik dan keluhan pasien sering kali diabaikan oleh manajemen senior.
Selain laporan Ockenden, tinjauan Amos yang dipimpin oleh Baroness Valerie Amos juga mengonfirmasi adanya kegagalan serupa di berbagai unit maternitas Inggris. Data penelitian dari Universitas Oxford menunjukkan bahwa angka kematian ibu di Inggris pada 2022-2024 mencapai 12,8 per 100.000 kelahiran, meningkat 20 persen dibandingkan dekade sebelumnya. Angka ini secara jelas menunjukkan bahwa pemerintah Inggris gagal memenuhi target ambisius untuk menekan angka kematian ibu hingga separuhnya.
Masalah kekurangan staf yang kronis menjadi pemicu utama di balik buruknya layanan. Investigasi menemukan bahwa banyak ibu yang sedang dalam proses persalinan justru diminta kembali ke rumah meskipun kondisi medis mereka menuntut penanganan segera di rumah sakit. Hal ini memperparah risiko kesehatan yang dialami ibu dan bayi, yang seharusnya bisa diminimalisir dengan akses yang tepat dan cepat terhadap fasilitas medis.
Pemerintah Inggris kini berada di bawah tekanan besar untuk melakukan reformasi total terhadap sistem layanan kesehatan maternitas mereka. Kegagalan dalam mendengarkan kekhawatiran keluarga dan kurangnya akuntabilitas manajerial menjadi tantangan utama yang harus segera dibenahi untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap sistem kesehatan nasional yang selama ini dianggap sebagai salah satu yang terbaik di dunia.