Otoritas hukum di Monaco telah menetapkan seorang wanita asal Ukraina sebagai tersangka utama dalam kasus serangan bom yang menargetkan seorang pengusaha kaya di wilayah tersebut. Insiden ledakan yang terjadi pada Senin (30/6/2026) ini telah mengguncang ketenangan wilayah yang dikenal sebagai pusat gaya hidup mewah di pesisir Mediterania tersebut.
Tersangka diidentifikasi sebagai Anastasiia Berezovska, seorang wanita berusia 39 tahun. Interpol kini telah mengeluarkan Red Notice untuk melacak keberadaannya setelah ia diduga melarikan diri ke Jerman. Berezovska dicari oleh pihak berwenang Monaco atas tuduhan percobaan pembunuhan, penempatan alat peledak di tempat umum dengan niat kriminal, serta konspirasi tindak pidana.
Korban dalam serangan ini adalah Vadym Yermolaiev, seorang pengusaha keturunan Ukraina, beserta pasangan dan putranya. Ketiganya dilaporkan mengalami luka-luka akibat ledakan paket yang diletakkan di depan sebuah gedung di Boulevard d'Italie. Jaksa penuntut umum Monaco, Morgan Raymond, mengungkapkan bahwa pelaku meledakkan bom tersebut menggunakan alat pengendali jarak jauh tepat saat para korban tiba di lokasi.
Setelah melakukan aksinya, pelaku terlihat meninggalkan tempat kejadian dengan berjalan kaki menuju wilayah Prancis. Penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa Berezovska kemudian melarikan diri menggunakan mobil sewaan dari Jerman, melintasi beberapa negara Eropa termasuk Italia, sebelum akhirnya terdeteksi berada di Frankfurt, Jerman.
Investigasi awal sempat terkendala oleh minimnya informasi mengenai identitas pelaku, di mana pihak berwenang sempat mengira pelaku adalah seorang pria berdasarkan rekaman CCTV yang menunjukkan seseorang mengenakan topi bucket gelap. Namun, analisis mendalam terhadap bukti-bukti di lapangan akhirnya mengarahkan penyidik kepada Berezovska sebagai tersangka utama dalam kasus ini.
Jaksa Morgan Raymond menyatakan bahwa tingkat kecanggihan serangan ini memicu dugaan kuat bahwa tersangka tidak bekerja sendirian. Meskipun sempat dilakukan penangkapan terhadap dua orang lainnya di Monaco awal pekan ini, mereka akhirnya dibebaskan setelah menjalani pemeriksaan. Saat ini, kerja sama lintas negara terus diperketat untuk menangkap pelaku yang masih buron.