KANSAS CITY, Missouri – Seorang praktisi spiritual asal Ghana, Nana Kwaku Bonsam, baru-baru ini menjadi sorotan dunia sepak bola setelah mengklaim bahwa ia telah melepaskan 'kutukan' yang ia berikan kepada kapten tim nasional Inggris, Harry Kane. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas kegagalan Kane dalam mencetak gol saat Inggris bermain imbang tanpa gol melawan Ghana dalam laga penyisihan grup Piala Dunia.
Sebelum pertandingan tersebut berlangsung, Bonsam secara terbuka menyatakan bahwa ia telah mengirimkan mantra khusus untuk menghalangi performa Harry Kane di lapangan. Pengakuan kontroversial ini sempat memicu perdebatan di media sosial, terutama setelah Kane benar-benar gagal memanfaatkan peluang emas di menit-menit akhir pertandingan yang seharusnya bisa memastikan langkah Inggris menuju babak gugur.
Dalam sebuah video yang diunggah di platform media sosial, Bonsam menyatakan niatnya untuk mencabut kutukan tersebut agar sang striker dapat kembali menunjukkan ketajamannya di pertandingan berikutnya. Ia bahkan menyampaikan pesan bernada candaan bahwa dirinya ingin mengunjungi Kane dan menegaskan bahwa mereka adalah teman, meski tindakannya telah menyita perhatian publik internasional.
Harry Kane sendiri sebelumnya sempat tampil gemilang dengan mencetak dua gol dalam kemenangan Inggris 4-2 atas Kroasia di laga pembuka. Namun, saat menghadapi Ghana, performanya tampak menurun. Salah satu momen krusial terjadi di masa perpanjangan waktu, di mana sepakan jarak dekat Kane melambung tinggi di atas mistar gawang, sebuah kegagalan yang membuat banyak pendukung Inggris merasa frustrasi.
Menanggapi insiden tersebut, Kane mengaku tidak ingin terlalu larut dalam penyesalan atas peluang emas yang terbuang. Ia menyatakan bahwa sebagai seorang penyerang berpengalaman, ia memahami betul dinamika di lapangan di mana tidak semua peluang akan berakhir menjadi gol. Baginya, fokus utama saat ini adalah menatap pertandingan selanjutnya dengan performa yang lebih baik.
Klaim dukun asal Ghana ini kembali menyoroti sisi unik dari budaya sepak bola yang sering kali bersinggungan dengan kepercayaan spiritual. Meskipun secara teknis kegagalan Kane adalah murni faktor teknis di lapangan, narasi mengenai kutukan ini berhasil menarik atensi media global dan memberikan warna tersendiri dalam kompetisi Piala Dunia yang sedang berlangsung saat ini.