Jakarta – Duo disjoki (DJ) papan atas Indonesia, DNA, yang terdiri dari Aloy dan JayJax, resmi merilis album studio perdana mereka yang diberi judul 'OURORA'. Peluncuran ini menjadi tonggak sejarah penting dalam perjalanan karier musik elektronik mereka, menandai evolusi musikal yang lebih luas dari sekadar identitas mereka di panggung klub malam.
Album ini menghadirkan total 18 trek dengan durasi keseluruhan mencapai 1 jam 48 menit. Meskipun DNA tetap mempertahankan ciri khas dentuman Indo Bounce yang membesarkan nama mereka, 'OURORA' menawarkan eksplorasi genre yang lebih berani. Pendengar akan disuguhkan dengan perpaduan warna musik techno, dirty dutch, drum n bass, hingga elemen trap yang dieksekusi dengan matang.
Aldy Renaldi, atau yang akrab disapa Mister Aloy, menjelaskan bahwa proses penggarapan album ini telah dimulai sejak September 2023. Strategi perilisan dilakukan secara bertahap setiap kuartal dalam bentuk single untuk membangun narasi musik yang kuat. Langkah ini diambil bukan sekadar untuk merilis karya, melainkan sebagai upaya edukasi kepada basis penggemar mengenai arah musikalitas DNA yang lebih idealis.
Lebih dari sekadar kompilasi lagu, 'OURORA' juga merupakan sebuah perjalanan visual yang mendalam. Ilustrasi sampul album karya Elsha Graciella menggambarkan metafora matahari terbit dengan elemen-elemen dunia nyata yang simbolis. Setiap elemen visual, mulai dari kabel listrik yang ruwet hingga layangan Bali, merepresentasikan dinamika dan perjalanan karier yang telah mereka lalui hingga saat ini.
Dalam proses produksi album ini, JayJax berperan aktif sebagai produser utama. Ia tidak bekerja sendirian, melainkan berkolaborasi dengan musisi berbakat lainnya seperti Gamaliel Abram Pradipta dan Alvagracia Immanuel. Kerja sama ini memastikan setiap transisi antar trek dalam album tersusun dengan rapi dan memberikan pengalaman mendengarkan yang kohesif.
Kehadiran album 'OURORA' diharapkan dapat memperluas jangkauan musik elektronik Indonesia di kancah yang lebih luas. Dengan berani keluar dari zona nyaman genre klub, DNA menunjukkan bahwa musisi elektronik lokal memiliki kapasitas untuk bereksperimen dan memberikan warna baru dalam industri kreatif tanah air melalui karya yang lebih artistik dan mendalam.