Internasional

Empat Warga Sipil Tewas di Ukraina Sehari Setelah Serangan Mematikan Rusia

Empat Warga Sipil Tewas di Ukraina Sehari Setelah Serangan Mematikan Rusia

Ringkasan

  • Ukraina kembali diguncang serangan udara Rusia yang menewaskan empat warga sipil, sehari setelah serangan besar di Kyiv.

Ketegangan di Ukraina kembali memuncak setelah otoritas setempat melaporkan setidaknya empat orang tewas dan 10 lainnya terluka dalam rangkaian serangan terbaru Rusia. Peristiwa ini terjadi hanya selang satu hari setelah Moskow melancarkan serangan udara paling mematikan sepanjang tahun ini ke ibu kota Kyiv, yang telah menyebabkan setidaknya 30 warga sipil kehilangan nyawa.

Di wilayah perbatasan Sumy, serangan drone Rusia yang menghantam sebuah gedung apartemen hunian merenggut nyawa dua wanita, seorang pria lanjut usia, dan seorang balita. Kepala administrasi militer regional, Oleh Hryhorov, mengonfirmasi bahwa tiga orang lainnya juga menderita luka-luka akibat insiden tersebut. Kerusakan infrastruktur sipil ini menambah daftar panjang korban jiwa di wilayah yang berbatasan langsung dengan Rusia.

Sementara itu, di kota industri Kryvyi Rih yang merupakan kampung halaman Presiden Volodymyr Zelenskyy, sebuah serangan rudal melukai tujuh orang. Kepala dewan pertahanan kota, Oleksandr Vilkul, melaporkan bahwa serangan tersebut merusak sembilan blok apartemen, gedung sekolah, serta sejumlah fasilitas bisnis dan kendaraan. Dua wanita yang terluka kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara pasokan gas di dua gedung hunian terputus.

Menanggapi eskalasi ini, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam keras serangan Rusia terhadap infrastruktur sipil, menyebutnya sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum kemanusiaan internasional. Meski demikian, Kremlin tetap bersikap keras dan berjanji akan terus meningkatkan tekanan militer terhadap Kyiv tanpa menunjukkan tanda-tanda kompromi dalam waktu dekat.

Di sisi lain, Angkatan Udara Ukraina menyatakan telah berhasil menembak jatuh ratusan drone dan puluhan rudal, termasuk proyektil balistik yang sulit dicegat. Presiden Zelenskyy menegaskan bahwa pasukannya akan melancarkan serangan balasan yang setimpal, seraya menuduh Presiden Vladimir Putin telah merencanakan serangan masif ini dalam jangka waktu yang cukup lama sebelum dieksekusi.

Di sisi perbatasan Rusia, pihak berwenang melaporkan setidaknya dua orang tewas dalam serangan drone Ukraina yang menyasar wilayah perbatasan dan situs industri pada Jumat pagi. Eskalasi ini mencerminkan strategi Ukraina dalam menyerang infrastruktur energi Rusia untuk melemahkan kemampuan militer Moskow, yang secara langsung berdampak pada krisis bahan bakar di dalam negeri Rusia.

Mengapa Ini Penting

Eskalasi konflik di Ukraina memiliki implikasi signifikan terhadap stabilitas rantai pasok energi dan komoditas global yang juga memengaruhi ekonomi Indonesia. Selain itu, penggunaan teknologi drone dan rudal canggih dalam perang ini menjadi studi kasus penting bagi pertahanan nasional dan keamanan siber di tengah ancaman modern.

Sumber Asli
Aljazeera
Tanggal
3 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit