Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang telah mengevakuasi sebanyak 15 warga ke Kantor Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, menyusul insiden kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, pada Selasa (30/6).
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menyatakan bahwa proses evakuasi difokuskan pada kelompok rentan yang terdiri dari ibu hamil, balita, serta para ibu rumah tangga. Langkah ini diambil sebagai tindakan preventif untuk melindungi warga dari paparan asap pekat yang menyelimuti area sekitar lokasi kebakaran.
Menurut keterangan Taufik, evakuasi dilakukan karena kualitas udara di sekitar TPA Jatiwaringin telah memburuk secara drastis, sehingga berisiko menimbulkan gangguan kesehatan bagi masyarakat. Kantor Desa Tanjakan Mekar dipilih sebagai posko sementara karena lokasinya yang dinilai lebih aman dan jauh dari jangkauan asap berbahaya.
Sementara itu, petugas pemadam kebakaran hingga saat ini masih terus berjuang menjinakkan kobaran api yang telah melalap area pembuangan sampah tersebut sejak Selasa siang. Fokus utama tim di lapangan adalah melokalisasi api agar tidak merambat ke pemukiman warga maupun area produktif lainnya di sekitar TPA.
Medan yang menantang menjadi hambatan utama dalam proses pemadaman. Tumpukan sampah yang menyerupai gunung menyulitkan armada pemadam kebakaran untuk mencapai titik api secara langsung. Selain itu, keterbatasan akses bagi selang pemadam dan tebalnya kepulan asap membuat petugas harus bekerja ekstra keras di lapangan.
Sebagai langkah strategis, BPBD Kabupaten Tangerang tengah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meminta bantuan helikopter. Metode water bombing diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk memadamkan titik api yang berada di puncak tumpukan sampah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.