Hong Kong secara resmi melangkah lebih jauh dalam memperkuat sektor pendidikan kesehatan dengan hadirnya fakultas kedokteran ketiga di wilayah tersebut. Dekan pendiri fakultas kedokteran di Hong Kong University of Science and Technology (HKUST), Profesor King Li King-chuen, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berhasil merekrut sekitar 300 staf pengajar untuk menunjang operasional akademik mereka. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis yang terus meningkat di Hong Kong.
Dalam pernyataannya pada hari Sabtu, Profesor King Li menjelaskan bahwa target jangka panjang institusi ini adalah meningkatkan kuota penerimaan mahasiswa tahunan dari yang semula hanya 50 orang menjadi lebih dari 200 orang. Peningkatan kapasitas ini dipandang sebagai solusi krusial dalam mengatasi kesenjangan ketersediaan dokter di masa depan, seiring dengan bertambahnya populasi lansia dan kompleksitas tantangan kesehatan di wilayah tersebut.
Komposisi tenaga pengajar yang direkrut cukup beragam, mencakup para profesor dan dokter senior yang telah pensiun, praktisi dari Hospital Authority, serta talenta-talenta luar negeri yang memiliki rekam jejak mumpuni. Profesor Li menegaskan bahwa pihaknya sangat selektif dalam proses rekrutmen untuk memastikan standar pendidikan tetap terjaga. Menariknya, hingga saat ini hanya satu profesor yang ditarik dari fakultas kedokteran lokal yang sudah ada sebelumnya.
Terkait fasilitas pendukung, pihak fakultas juga telah mengidentifikasi rumah sakit pendidikan yang akan digunakan sebagai pusat magang dan pelatihan klinis bagi para mahasiswa. Detail mengenai kemitraan strategis ini dijadwalkan akan diumumkan kepada publik dalam beberapa minggu ke depan. Hal ini menjadi krusial karena integrasi antara kurikulum akademik dan praktik klinis lapangan adalah pilar utama dalam mencetak dokter yang kompeten.
Program sarjana kedokteran yang ditawarkan oleh universitas ini dirancang sebagai program empat tahun bagi para lulusan, yang dijadwalkan mulai berjalan pada tahun 2028. Dengan lini masa tersebut, angkatan pertama mahasiswa diharapkan sudah dapat memulai masa magang di rumah sakit pada tahun 2032. Strategi ini menunjukkan perencanaan yang matang untuk memastikan transisi dari ruang kelas ke ruang perawatan berjalan lancar.
Profesor Li menambahkan bahwa dengan rasio 300 pengajar untuk 50 mahasiswa pada angkatan pertama, fakultas berada dalam posisi yang sangat baik untuk memberikan bimbingan yang mendalam dan berkualitas. Fokus pada kualitas pengajaran ini diharapkan dapat menjadi standar baru bagi pendidikan kedokteran di Hong Kong, sekaligus memperkuat daya saing lulusan di kancah internasional dalam menghadapi tantangan kesehatan global yang semakin dinamis.