Pengembang properti terkemuka asal Hong Kong, Far East Consortium (FEC), resmi mengumumkan kesepakatan penjualan proyek asrama mahasiswa mereka kepada salah satu unit usaha milik raksasa teknologi JD.com. Transaksi strategis ini bernilai HK$750 juta atau setara dengan US$95,63 juta (sekitar Rp1,4 triliun). Langkah ini menandai dinamika baru dalam portofolio investasi aset properti komersial di kawasan tersebut.
Bagi JD.com, akuisisi ini merupakan pembelian properti kedua di Hong Kong dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Sebelumnya, pada Desember lalu, perusahaan teknologi asal Tiongkok ini telah mengakuisisi 50 persen kepemilikan sebuah menara perkantoran di kawasan pusat keuangan Hong Kong dari pengembang Lai Sun Development dengan nilai transaksi mencapai HK$3,5 miliar. Ekspansi ini menunjukkan ambisi JD.com untuk memperkuat kehadiran aset fisiknya di pasar internasional.
Sebagai bagian dari kesepakatan, Far East Consortium tetap akan memegang kendali operasional atas asrama tersebut selama tiga tahun ke depan pasca-penyelesaian transaksi. FEC juga menjamin pendapatan operasional sebesar HK$45 juta setiap tahunnya bagi proyek tersebut. Skema ini memberikan stabilitas bagi pemilik baru sekaligus memastikan kelangsungan layanan manajemen properti yang berpengalaman.
Manajemen FEC menyatakan bahwa kerja sama ini membuka pintu bagi hubungan strategis yang lebih luas dengan JD Group. Kedua belah pihak berencana untuk mengeksplorasi peluang kolaborasi lanjutan, termasuk potensi pengembangan proyek asrama mahasiswa lainnya di Hong Kong di masa depan. Kemitraan ini dipandang sebagai langkah penting dalam diversifikasi portofolio kedua entitas.
Dari sisi finansial, FEC diperkirakan akan mencatatkan keuntungan penjualan sebesar HK$423 juta. Dana hasil transaksi ini rencananya akan digunakan untuk melunasi pinjaman bank yang ada sebesar HK$630 juta, sementara sisanya akan dialokasikan sebagai modal kerja perusahaan untuk mendukung operasional dan proyek-proyek mendatang di berbagai wilayah.
Sektor properti pendidikan di Hong Kong saat ini tengah mengalami pertumbuhan pesat, didorong oleh lonjakan permintaan hunian bagi mahasiswa non-lokal. Data dari konsultan real estat Colliers menunjukkan bahwa investasi di sektor pendidikan mencapai HK$11,1 miliar dalam lima bulan pertama tahun 2026, naik signifikan dibandingkan HK$4 miliar pada tahun sebelumnya. Tren ini mencerminkan tingginya minat investor terhadap aset properti yang memiliki arus kas stabil dan prospek jangka panjang yang menjanjikan.