Internasional

Federasi Sepak Bola Prancis Cabut Dukungan Terhadap Gianni Infantino

Federasi Sepak Bola Prancis Cabut Dukungan Terhadap Gianni Infantino

Ringkasan

  • Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) resmi menarik dukungan bagi Gianni Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA 2027, menyusul krisis kepercayaan akibat tata kelola yang dinilai tidak transparan.

Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) secara resmi menarik dukungan mereka bagi Gianni Infantino untuk kembali menjabat sebagai Presiden FIFA pada pemilihan tahun depan. Keputusan yang diambil melalui suara bulat komite eksekutif FFF ini menandai pergeseran besar dalam peta politik sepak bola global, mengingat Prancis merupakan salah satu kekuatan besar di Eropa.

Presiden FFF, Philippe Diallo, menyatakan bahwa kepercayaan federasi terhadap kepemimpinan Infantino telah runtuh. Menurutnya, visi dan cara menjalankan organisasi sepak bola dunia yang dipraktikkan saat ini tidak lagi sejalan dengan standar serta tata kelola yang diharapkan oleh federasi-federasi sepak bola di Eropa.

Ketegangan ini bermula dari upaya kontroversial Infantino yang ingin menjual 20 persen saham kompetisi FIFA, termasuk ajang bergengsi Piala Dunia, kepada investor swasta. Rencana tersebut dibatalkan pada Juli lalu setelah menuai kritik keras dan penolakan luas dari berbagai konfederasi sepak bola regional di seluruh dunia.

Diallo menegaskan bahwa proses pengambilan keputusan terkait penjualan saham tersebut dilakukan tanpa konsultasi yang memadai. Kurangnya transparansi dalam komunikasi dengan federasi anggota menjadi pemicu utama hilangnya kepercayaan, yang kemudian memicu pertanyaan serius mengenai integritas tata kelola FIFA di bawah kepemimpinan saat ini.

Langkah Prancis ini memperkuat gelombang oposisi di Eropa. Sebelumnya, federasi sepak bola dari Inggris, Italia, Belgia, Skotlandia, dan Swedia telah lebih dulu menyatakan sikap serupa. Mereka kini berupaya mencari alternatif kandidat yang lebih kredibel untuk menantang Infantino dalam pemilihan yang dijadwalkan berlangsung di Rabat, Maroko, pada 18 Maret 2027.

Bagi publik sepak bola Indonesia, dinamika di markas besar FIFA ini memiliki implikasi yang cukup signifikan. Sebagai negara dengan basis massa pendukung sepak bola yang sangat besar, stabilitas kepemimpinan di FIFA secara langsung mempengaruhi kebijakan pengembangan sepak bola nasional, terutama dalam hal pendanaan, program pembinaan, hingga regulasi kompetisi internasional yang melibatkan tim nasional Indonesia.

Krisis kepercayaan ini juga menjadi pengingat bagi PSSI mengenai pentingnya tata kelola organisasi yang transparan. Jika organisasi sepak bola dunia saja menghadapi tantangan besar terkait akuntabilitas, maka federasi nasional harus lebih berhati-hati dalam menjaga integritas dan profesionalisme internal agar tidak terjebak dalam masalah serupa di masa depan.

Sementara itu, posisi Infantino saat ini masih relatif aman berkat dukungan yang solid dari konfederasi Amerika Selatan (CONMEBOL) dan Afrika (CAF). Meskipun kehilangan dukungan dari kekuatan tradisional Eropa, Infantino tampaknya masih memiliki basis suara yang cukup kuat di wilayah lainnya.

Diallo menekankan bahwa sekadar mengkritik tidak akan memberikan perubahan yang berarti. FFF bersama anggota UEFA lainnya kini mulai menyusun platform reformasi tata kelola yang konkret. Fokus utama mereka adalah mencari sosok yang mampu menawarkan perubahan nyata bagi masa depan sepak bola dunia sebelum batas waktu pendaftaran kandidat pada 18 November mendatang.

Upaya perlawanan ini bukan sekadar tentang mengganti pemimpin, melainkan tentang mengembalikan marwah sepak bola ke tangan federasi dan para pemangku kepentingan, bukan sekadar komoditas bisnis bagi investor privat. Proses pencarian kandidat alternatif ini dipastikan akan berjalan sangat dinamis dalam beberapa bulan ke depan.

Perubahan kepemimpinan di FIFA seringkali membawa perubahan kebijakan yang berdampak hingga ke level akar rumput di negara-negara anggota. Indonesia, yang saat ini sedang gencar melakukan transformasi sepak bola, tentu perlu memantau ketat siapa yang akan memegang kendali di FIFA untuk memastikan visi pengembangan sepak bola nasional tetap sejalan dengan kebijakan global.

Menjelang pemilihan di Rabat, dunia sepak bola kini menanti apakah koalisi Eropa mampu menggalang dukungan lebih luas untuk menghadirkan wajah baru di FIFA. Ketidakpastian ini menjadi ujian terbesar bagi Infantino selama masa jabatannya, sekaligus menjadi momen krusial bagi masa depan tata kelola sepak bola internasional.

Mengapa Ini Penting

Berita ini krusial karena mencerminkan perpecahan politik di level tertinggi sepak bola dunia yang dapat mengubah arah kebijakan FIFA. Bagi Indonesia, stabilitas FIFA sangat menentukan kelancaran program bantuan dan pengembangan sepak bola nasional. Jika terjadi pergantian kepemimpinan, PSSI harus sigap beradaptasi dengan visi baru yang diusung oleh pemimpin FIFA yang terpilih nantinya.

Pertanyaan Umum

Apa isi utama artikel "Federasi Sepak Bola Prancis Cabut Dukungan Terhadap Gianni Infantino"?

Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) resmi menarik dukungan bagi Gianni Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA 2027, menyusul krisis kepercayaan akibat tata kelola yang dinilai tidak transparan.

Mengapa Internasional ini penting?

Berita ini krusial karena mencerminkan perpecahan politik di level tertinggi sepak bola dunia yang dapat mengubah arah kebijakan FIFA. Bagi Indonesia, stabilitas FIFA sangat menentukan kelancaran program bantuan dan pengembangan sepak bola nasional. Jika terjadi pergantian kepemimpinan, PSSI harus sigap beradaptasi dengan visi baru yang diusung oleh pemimpin FIFA yang terpilih nantinya.

Sumber Asli
Al Jazeera
Tanggal
10 September 2026
Waktu Baca
4 menit