Internasional

Fenomena Kecanduan Game Online pada Anak Usia Dini Mengkhawatirkan Para Ahli

Fenomena Kecanduan Game Online pada Anak Usia Dini Mengkhawatirkan Para Ahli

Ringkasan

  • Fenomena kecanduan game online kini mulai merambah ke kelompok usia yang sangat muda, yakni anak-anak sekolah dasar, memicu kekhawatiran para ahli.

Fenomena kecanduan game online kini mulai merambah ke kelompok usia yang sangat muda, yakni anak-anak sekolah dasar. Laporan terbaru dari pusat konseling di Hong Kong mengungkap adanya tren yang mengkhawatirkan di mana anak berusia tujuh tahun telah dirujuk untuk mendapatkan penanganan kecanduan game digital. Kondisi ini menjadi sorotan utama dalam sebuah lokakarya mengenai kebiasaan digital yang dihadiri oleh puluhan orang tua.

Crystal Leung Chui-yee, seorang psikolog konseling yang bertugas di Sunshine Lutheran Centre, menjelaskan bahwa pihaknya menerima semakin banyak permintaan bantuan untuk anak-anak dengan usia yang jauh lebih muda dari sebelumnya. Pusat layanan tersebut, yang biasanya menangani masalah perjudian, kini harus berhadapan dengan realitas baru di mana anak-anak sudah terjerat dalam pola perilaku adiktif akibat paparan game online yang tidak terkendali.

Dalam salah satu kasus yang diungkapkan, seorang siswa kelas dua sekolah dasar dibawa ke pusat konseling karena kecanduan parah terhadap subkultur virtual dan permainan berbayar. Situasi menjadi sangat serius ketika anak tersebut diketahui mengambil uang tunai milik ibunya hampir HK$8.000 atau sekitar Rp16 juta untuk digunakan dalam transaksi di dalam game melalui kartu kredit orang tuanya.

Leung menekankan bahwa jumlah uang sebesar itu merupakan angka yang sangat fantastis untuk anak berusia tujuh tahun. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai peringatan keras mengenai batas-batas yang telah dilanggar. Kasus ini mencerminkan bagaimana aksesibilitas transaksi digital yang mudah, jika tidak diawasi, dapat memicu perilaku impulsif yang merugikan secara finansial bagi keluarga.

Selain dampak finansial, para ahli juga menyoroti risiko jangka panjang dari mekanisme permainan yang ada saat ini. Penggunaan elemen seperti 'loot boxes' atau kotak jarahan' atau kotak jarahan acak dalam game online dinilai dapat menjadi bentuk pengkondisian awal yang berbahaya. Mekanisme ini menyerupai pola perjudian yang jika tidak segera diantisipasi, berpotensi memicu kecanduan judi di masa dewasa bagi anak yang terpapar sejak dini.

Lokakarya tersebut juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam pengawasan digital. Dengan semakin majunya teknologi kecerdasan buatan dan platform game, orang tua dituntut untuk lebih waspada terhadap kebiasaan digital anak-anak mereka. Kurangnya literasi digital dan pengawasan ketat terhadap transaksi online menjadi celah utama yang membuat anak-anak rentan terjebak dalam ekosistem game yang dirancang untuk memicu adiksi.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menjadi peringatan bagi orang tua di Indonesia mengenai bahaya mekanisme transaksi dalam game yang menyerupai judi bagi perkembangan psikologis anak. Industri teknologi perlu mengevaluasi batasan etika dalam desain game agar tidak mengeksploitasi pengguna di bawah umur melalui fitur transaksi impulsif.

Sumber Asli
Scmp
Tanggal
28 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit