Publikasi mahasiswa Universitas Hong Kong (HKU) yang legendaris, Undergrad, resmi menghentikan seluruh operasionalnya setelah 74 tahun berdiri. Media kampus yang berdiri sejak tahun 1952 ini dikenal sebagai salah satu outlet berita universitas tertua di Hong Kong. Keputusan untuk menutup operasional diambil setelah pengurus organisasi gagal merekrut anggota baru yang cukup untuk membentuk dewan redaksi periode berikutnya.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada hari Minggu, komite editorial tahun 2025 mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan dua kali upaya rekrutmen sejak September lalu. Sayangnya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil, sehingga posisi kunci dalam kepengurusan redaksi tetap kosong. Kondisi ini membuat keberlangsungan penerbitan menjadi tidak mungkin untuk dipertahankan, dan Undergrad terpaksa berhenti beroperasi dengan efek segera.
Menanggapi berakhirnya perjalanan panjang media tersebut, komite editorial menyatakan bahwa peran sejarah Undergrad dalam masyarakat telah sampai pada titik akhirnya. Mereka menegaskan bahwa penutupan ini bukanlah sebuah tragedi yang harus diratapi secara berlebihan, melainkan sebuah siklus alami dalam perjalanan sejarah yang harus diterima dengan lapang dada.
Pihak pengurus yang akan segera melepaskan jabatan juga menyampaikan pandangan optimis mengenai masa depan media mahasiswa. Menurut mereka, zaman akan selalu menuntut perubahan, dan bukan tidak mungkin media dengan format atau platform baru yang lebih relevan dengan era saat ini akan segera muncul menggantikan posisi Undergrad di masa depan.
Selama tujuh dekade lebih, Undergrad telah memegang peranan krusial sebagai wadah diskusi bagi mahasiswa maupun masyarakat luas. Media ini secara konsisten mencatat dan merekam aspirasi mahasiswa universitas, serta beradaptasi dengan berbagai perubahan posisi dan peran di tengah dinamika sosial politik yang terjadi di Hong Kong dari masa ke masa.
Penutupan Undergrad menandai berakhirnya sebuah institusi pers kampus yang telah menjadi saksi sejarah panjang dunia pendidikan tinggi di Hong Kong. Meski operasional fisik telah berhenti, kontribusi dan catatan arsip yang telah dikumpulkan selama puluhan tahun akan tetap menjadi warisan berharga bagi generasi mahasiswa selanjutnya dalam memahami evolusi pemikiran di lingkungan akademis.