Film independen Indonesia berjudul 'Solata' dengan tagline 'Teman Adalah Keluarga Yang Kita Pilih' sukses menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Karya sinema ini baru saja menerima penghargaan bergengsi dalam gelaran Golden FEMI Film Festival yang berlangsung di Sofia, Bulgaria, sekaligus mempertegas eksistensi sineas lokal di pasar Eropa.
Sutradara sekaligus produser film, Ichwan Persada, mengungkapkan bahwa 'Solata' berhasil membawa pulang penghargaan 'Special Award for Cinema from the Emerald of the Equator: Cultural Contribution and Humanism'. Penghargaan tersebut diterima secara langsung pada 6 Juni 2026, dengan disaksikan oleh produser pelaksana Irfan Syam serta Duta Besar RI untuk Bulgaria, Albania, dan Makedonia Utara, Listiana Operananta.
Ichwan menyatakan rasa syukurnya atas penerimaan positif penikmat film di Eropa Timur terhadap narasi yang diusung oleh 'Solata'. Film yang dirilis di bioskop sejak November 2025 ini mengisahkan perjalanan inspiratif seorang relawan guru dari Jakarta yang mengajar di Ollon, Toraja. Karakter utama dalam film yang dibintangi Rendy Kjaernett dan Rachel Natasya ini bertemu dengan enam murid yang memiliki nama depan unik, serupa dengan nama-nama presiden Indonesia.
Kesuksesan di festival film Balkan ini menjadi titik awal bagi rangkaian tur promosi film di lima kota di empat negara Eropa Timur, yakni Sofia, Bratislava, Budapest, serta Ankara dan Istanbul. Di Bratislava dan Budapest, pemutaran khusus yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia mendapatkan apresiasi luar biasa, tidak hanya dari diaspora Indonesia tetapi juga warga lokal.
Lebih dari sekadar promosi, tim 'Solata' juga menjajaki kolaborasi strategis dengan lembaga internasional seperti Bulgaria Film Center, Slovakia Film Commission, dan Ankara Bilim University. Ichwan berharap kerja sama produksi lintas negara ini dapat terealisasi paling lambat tahun depan, guna memperluas jangkauan industri film Indonesia di pasar global.
Pasca-kemenangan di Sofia, 'Solata' kini dipersiapkan untuk berkompetisi di Tirana International Film Festival, Albania. Mengingat festival tersebut merupakan ajang kualifikasi bagi Academy Awards, keberhasilan di sana diharapkan menjadi tiket emas bagi film 'Solata' untuk mewakili Indonesia dalam ajang Piala Oscar tahun mendatang, sekaligus menjadi bukti kekuatan sinema Indonesia dalam menjembatani perbedaan budaya melalui bahasa visual yang universal.