Sejumlah lembaga filantropi terkemuka di Indonesia, yang terdiri dari Forum Zakat (FoZ), Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI), dan Humanitarian Forum Indonesia (HFI), resmi membentuk gerakan Multi-Stakeholder Forum (MSF). Inisiatif ini dirancang khusus untuk mengonsolidasikan program-program strategis guna menekan angka kemiskinan ekstrem di wilayah perdesaan secara lebih terukur dan efektif.
Sekretaris Umum FoZ, Udhi Tri Kurniawan, menegaskan bahwa MSF hadir sebagai jawaban atas kebutuhan solusi konkret di lapangan. Menurutnya, permasalahan kemiskinan tidak boleh lagi sekadar menjadi diskursus di atas kertas, melainkan harus diwujudkan melalui aksi nyata yang terintegrasi. Platform ini berfungsi sebagai wadah penyatu bagi pemerintah, sektor swasta, akademisi, hingga masyarakat sipil untuk mengakhiri pola kerja yang selama ini berjalan sendiri-sendiri.
Sebagai langkah awal transisi dari perencanaan menuju eksekusi, MSF telah menyelenggarakan Workshop Transisi Menuju Implementasi Program Pengentasan Kemiskinan. Rangkaian kegiatan ini merupakan puncak dari proses panjang yang telah dimulai sejak awal 2026, mencakup diskusi sektoral, Focus Group Discussion (FGD), asesmen lapangan, hingga rembuk desa yang melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung.
Udhi menambahkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kemampuan para pemangku kepentingan dalam menekan ego sektoral. Ia menekankan pentingnya kolaborasi yang melampaui ruang perencanaan agar dampak program benar-benar dirasakan oleh masyarakat di tingkat tapak. Keterlibatan aktif atau engagement dengan warga menjadi kunci utama dalam memastikan keberlanjutan setiap praktik baik yang dijalankan.
Direktur Eksekutif PFI, Rully Amrullah, memaparkan urgensi intervensi ini berdasarkan data sosiologis. Saat ini, masih terdapat 10.467 desa yang dikategorikan sangat tertinggal, serta puluhan ribu desa lainnya yang rawan bencana dan belum mandiri secara ekonomi maupun infrastruktur kesehatan. Namun, di sisi lain, desa memiliki potensi besar, termasuk perputaran Dana Desa yang mencapai Rp71 triliun dan keberadaan lebih dari 146 ribu industri kecil.
Melalui strategi ko-kreasi (co-creation), MSF menyelaraskan temuan masalah di lapangan dengan indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Gerakan ini telah menunjukkan langkah nyata, seperti program pemberdayaan ekonomi melalui Kantin Kontainer Dompet Dhuafa dan transformasi Desa Wisata Cisande oleh Rumah Zakat. Sinergi ini diharapkan menjadi model baru dalam mempercepat kemandirian ekonomi desa di seluruh pelosok Indonesia.