Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) di DPR, Putri Zulkifli Hasan, mengapresiasi Pidato Kenegaraan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR dan DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8). Penilaian itu disampaikan lewat keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (15/8).
Menurut Putri, pidato Presiden bukan sekadar laporan capaian administrasi, tetapi juga menegaskan arah perjalanan bangsa ke depan. "Isinya jujur, membumi, dan menumbuhkan optimisme rakyat menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI," ucapnya. Sikap Presiden yang berani mengakui belum semua persoalan terselesaikan dinilai mencerminkan pemerintahan yang bekerja dengan kaki di bumi.
Salah satu sorotan Putri adalah kinerja ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 tercatat 5,61 persen, sementara semester I 2026 mencapai 5,45 persen — angka tertinggi dalam 13 tahun terakhir. "Di tengah ketidakpastian global, ekonomi kita justru mencatat pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun. Ini bukti fondasi yang dibangun pemerintah berada di jalur yang benar," tegasnya.
Data Bank Indonesia menunjukkan pertumbuhan ini didorong konsumsi rumah tangga yang tetap solid dan investasi. Ekspor komoditas non-migas juga menunjukkan daya tahan meski permintaan global melemah. Fraksi PAN menilai momentum ini harus dijaga dengan mempercepat reformasi struktural, termasuk penyederhanaan perizinan dan certekan hukum bagi pelaku usaha.
Dalam 21 bulan kepemimpinan, pemerintah telah menggelar 121 kebijakan transformatif. Putri mengakui kecepatan kerja itu luar biasa, namun menegaskan perlunya pengawalan ketat agar hasilnya benar-benar sampai ke tangan rakyat. "Kecepatan tanpa akuntabilitas hanya akan melahirkan birokrasi yang sibuk tapi tidak produktif," kata dia.
Capaian swasembada pangan menjadi babak terpisah yang mendapat apresiasi penuh. Penghargaan Presiden kepada petani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, hingga personel TNI-Polri dinilai menegaskan bahwa keberhasilan itu buah gotong royong seluruh anak bangsa. "Swasembada pangan adalah fondasi kedaulatan bangsa. Fraksi PAN akan terus mengawal agar ketahanan pangan kita kokoh, termasuk menghadapi ancaman El Nino," ujar Putri.
Ketahanan pangan itu tak lepas dari koordinasi lintas kementerian di bawah Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, yang sekaligus Ketua Umum PAN. Program yang digulirkan mencakup penguatan Koperasi Merah Putih, penjagaan pasokan dan harga pangan, hingga persiapan menuju target swasembada protein. Putri menilai pendekatan ekosistem ini lebih berkelanjutan dibanding kebijakan parsial di masa lalu.
Di sektor perikanan, Putri menyambut baik keberpihakan Presiden kepada rakyat kecil lewat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Targetnya ambisius: 1.386 kampung pada akhir 2026. Program ini tidak hanya soal infrastruktur fisik, tapi juga akses modal, teknologi tangkap, hingga pemasaran hasil tangkapan agar nelayan tidak lagi terikat pada tengkulak.
Jujur Presiden mengakui belum semua janji kampanye terwujud dinilai langka di praktik politik Indonesia. "Pemimpin yang berani menyampaikan apa yang sudah dan belum tercapai adalah pemimpin yang bisa dipercaya rakyat," tegas Putri. Sikap transparan ini, menurutnya, membangun kepercayaan publik yang selama ini sering tergerus oleh narasi politik yang manis di mulut tapi pahit di tangan.
Fraksi PAN mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan untuk memperkuat persatuan dan gotong royong. Putri menekankan bahwa tantangan depan — dari geopolitik hingga iklim — tidak bisa dihadapi dengan kepentingan golongan semata. "Indonesia butuh suara yang bersatu, bukan suara yang paling keras," pungkasnya.