Wilayah Maluku Utara kembali diguncang aktivitas tektonik pada Jumat (3/7) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat peristiwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 yang berpusat di perairan sekitar Pulau Doi.
Berdasarkan data resmi yang dirilis BMKG melalui akun media sosial X, guncangan gempa terjadi pada pukul 09.31 WIB. Episenter gempa terdeteksi berada pada koordinat 1,93 Lintang Utara dan 127,39 Bujur Timur, dengan jarak sekitar 58 kilometer arah Barat Daya dari Pulau Doi.
BMKG mengonfirmasi bahwa pusat gempa atau hiposentrum berada pada kedalaman 100 kilometer di bawah permukaan laut. Kedalaman yang cukup signifikan ini menjadi faktor utama mengapa guncangan tersebut tidak memicu ancaman gelombang tsunami bagi wilayah pesisir di sekitarnya.
Hingga saat ini, pihak berwenang belum menerima laporan mengenai kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa atau luka-luka akibat peristiwa tersebut. Tim penanggulangan bencana setempat masih terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan kondisi keamanan warga.
Masyarakat di wilayah Maluku Utara diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga diharapkan hanya merujuk pada informasi resmi yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi BMKG.
Selain itu, BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi gempa susulan. Langkah mitigasi mandiri, seperti mengenali jalur evakuasi dan memastikan konstruksi bangunan rumah tetap kokoh, perlu diperhatikan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi bencana alam di wilayah yang aktif secara seismik.