Partai Gerindra secara resmi telah memberikan teguran kepada kadernya yang kini menjabat sebagai Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein. Langkah ini diambil menyusul kegaduhan publik akibat beredarnya lagu berjudul 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' yang dinyanyikan oleh pria yang akrab disapa Om Zein tersebut.
Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, mengonfirmasi bahwa pimpinan partai telah melakukan komunikasi dengan Saepul terkait persoalan ini. Meski diakui bahwa pemanggilan secara formal belum dilakukan, komunikasi informal telah dijalankan sebagai bentuk pengawasan partai terhadap perilaku dan citra kadernya di eksekutif maupun legislatif.
Sugiat menekankan bahwa meskipun lagu tersebut merupakan karya seni, setiap kader partai harus tetap memperhatikan norma, etika, dan nilai-nilai kesopanan di masyarakat. Partai Gerindra berharap agar para pejabat publik lebih bijak dalam berekspresi agar tidak menimbulkan persepsi negatif atau melecehkan kelompok masyarakat tertentu.
Menanggapi teguran tersebut, Saepul Bahri Binzein memberikan klarifikasi melalui keterangan tertulis. Ia membantah dengan tegas bahwa lagu tersebut diciptakan untuk menyudutkan perempuan. Menurutnya, karya tersebut dibuat pada tahun 2020, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai kepala daerah di Purwakarta.
Om Zein menjelaskan bahwa lirik lagu tersebut merupakan bentuk refleksi diri atau curahan hati atas perilaku masa lalunya yang ia anggap kurang baik. Ia menegaskan bahwa narasi dalam lagu tersebut adalah cerminan dari pergulatan batin pribadinya dan bukan ditujukan sebagai bentuk serangan atau penghinaan terhadap pihak lain.
Kasus ini kini menjadi pelajaran bagi para pejabat publik mengenai pentingnya menjaga jejak digital dan karya seni yang pernah dibuat di masa lalu. Partai Gerindra berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan meminta seluruh kader untuk menjaga marwah partai serta etika kepemimpinan di ruang publik.