Aktris Singapura Gladys Bay kembali menorehkan prestasi di panggung internasional. Perempuan berusia 29 tahun itu baru saja dinobatkan sebagai pemenang Outstanding Asian Star untuk kategori Singapura pada Seoul International Drama Awards 2026.
Penghargaan ini diberikan berdasarkan hasil pemungutan suara publik melalui aplikasi Idol Champ. Bay berhasil mengumpulkan 42,67 persen suara, mengalahkan sesama aktris Singapura Cheryl Chou yang hanya terpaut tipis dengan raihan 38,17 persen. Kategori Outstanding Asian Star sendiri diperuntukkan bagi aktor dan aktris dari enam negara, yaitu China, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Singapura, dan Thailand.
Kemenangan ini tidak terlepas dari perannya sebagai Bella dalam drama berbahasa Mandarin produksi Mediacorp, Under The Net. Drama tersebut mengisahkan perjuangan seorang wanita di bawah tekanan pekerjaan dan bagaimana ia menemukan jati dirinya. Peran yang sama juga membawanya meraih Best Rising Star di ajang Star Awards tahun ini.
Bay pertama kali mencuri perhatian publik setelah menjadi runner-up Star Search 2024, ajang pencarian bakat bergengsi di Singapura. Sejak itu, karier aktingnya terus menanjak. Ia bahkan sudah menapaki industri drama Korea lewat Absolute Value Of Romance, yang dibintangi Kim Hyang-gi dan Cha Hak-yeon.
Dalam pernyataan resmi yang diterima awak media, Bay mengaku tidak menyangka dengan penghargaan ini. "Penghargaan ini adalah kejutan yang indah. Saya sangat berterima kasih kepada para penggemar yang telah memilih dan mendukung karya saya. Kepercayaan kalian sangat berarti. Saya berjanji akan terus bekerja keras dan memberikan karya yang bisa dibanggakan," ujarnya.
Bay dijadwalkan hadir langsung pada upacara penghargaan Seoul International Drama Awards 2026 di Seoul, Korea Selatan, pada 8 Oktober mendatang. Momen ini sekaligus menjadi ajang promosi bagi industri drama Singapura di mata dunia.
Pencapaian Gladys Bay menarik untuk disimak dari perspektif industri hiburan Asia Tenggara. Meskipun Indonesia belum termasuk dalam daftar enam negara peserta, keberhasilan aktor Singapura ini menjadi bukti bahwa talenta Asia Tenggara mampu bersaing di level internasional. Seoul International Drama Awards sendiri dikenal sebagai ajang bergengsi yang merayakan karya drama dari berbagai negara.
Sebelumnya, aktor Singapura seperti Desmond Tan dan Rebecca Lim juga pernah meraih penghargaan serupa. Hal ini menunjukkan bahwa Singapore memiliki ekosistem yang mendukung aktornya untuk go international, baik melalui produksi lokal maupun kolaborasi lintas negara.
Bagi industri hiburan di Indonesia, hal ini bisa menjadi pelajaran berharga. Meskipun industri drama Tanah Air cukup besar, pengakuan di ajang seperti Seoul International Drama Awards masih perlu diperjuangkan. Kolaborasi dengan platform global dan peningkatan kualitas produksi menjadi kunci utama.
Ke depan, Bay diharapkan terus mengembangkan kariernya. Debutnya di drama Korea menjadi langkah awal yang strategis. Jika konsisten, bukan tidak mungkin ia akan menjadi ikon baru yang mengharumkan nama Asia Tenggara di panggung drama dunia.