Internasional

Great Barrier Reef Australia Lolos dari Status Bahaya UNESCO

Great Barrier Reef Australia Lolos dari Status Bahaya UNESCO

Ringkasan

  • Great Barrier Reef Australia terhindar dari daftar situs terancam punah UNESCO, meski kekhawatiran atas pemutihan karang tetap tinggi.

Great Barrier Reef di Australia, yang merupakan salah satu destinasi wisata bahari paling ikonik di dunia, akhirnya terhindar dari daftar situs warisan dunia yang terancam punah. Keputusan ini diambil setelah UNESCO merilis draf laporan terbaru yang mengakui upaya pemerintah Australia dalam menjaga kelestarian ekosistem terumbu karang sepanjang 2.300 kilometer tersebut.

Pemerintah Australia menyambut baik draf keputusan UNESCO tersebut yang menetapkan bahwa Great Barrier Reef tetap mempertahankan status Warisan Dunia tanpa perlu masuk ke daftar 'in danger'. Sejak tahun 2021, UNESCO telah melakukan pengawasan ketat setiap tahun terhadap terumbu karang ini setelah memberikan peringatan keras mengenai risiko kerusakan permanen akibat perubahan iklim global.

Dalam laporan yang dirilis di Paris, badan warisan PBB tersebut mencatat bahwa Australia telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam menangani berbagai isu krusial. Beberapa fokus utama yang diapresiasi mencakup kebijakan iklim, perbaikan kualitas air, manajemen perikanan yang berkelanjutan, hingga pengendalian pembukaan lahan di sepanjang pesisir Queensland.

Namun, di balik kabar baik ini, UNESCO tetap mengungkapkan kekhawatiran mendalam mengenai kondisi ekosistem terumbu karang saat ini. Sepanjang periode 2024-2025, terjadi penurunan drastis pada tutupan karang keras akibat suhu air laut yang terus meningkat secara tidak normal. Fenomena ini memicu peristiwa pemutihan karang massal keenam sejak tahun 2016.

Selain perubahan iklim, ancaman terhadap Great Barrier Reef juga datang dari berbagai faktor eksternal lainnya. Cuaca ekstrem, limpasan air dari daratan, pembangunan pesisir yang masif, serta serangan predator bintang laut mahkota duri (Crown of Thorns starfish) terus menekan daya tahan alami terumbu karang tersebut dan mengancam keseimbangan biodiversitas di dalamnya.

UNESCO menegaskan bahwa meskipun ketahanan terumbu karang masih terlihat, kapasitasnya untuk pulih dari peristiwa pemutihan massal semakin hari semakin melemah. Pihak badan dunia tersebut menekankan bahwa kondisi ini menjadi perhatian utama yang membutuhkan komitmen jangka panjang Australia agar tidak terjadi kerusakan yang tidak dapat diperbaiki di masa depan.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menjadi pengingat penting bagi Indonesia sebagai negara kepulauan untuk memperkuat kebijakan konservasi laut di tengah ancaman perubahan iklim global. Sektor pariwisata bahari Indonesia yang sangat bergantung pada kesehatan terumbu karang perlu mengadopsi standar manajemen lingkungan yang lebih ketat agar tidak mengalami nasib serupa di masa depan.

Sumber Asli
Scmp
Tanggal
4 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit