Berita

Gubernur Banten Soroti Tumpukan Sampah TPA Jatiwaringin Setinggi Gedung 7 Lantai

Gubernur Banten Soroti Tumpukan Sampah TPA Jatiwaringin Setinggi Gedung 7 Lantai

Ringkasan

  • Gubernur Banten Andra Soni mewajibkan penyediaan alat pemadam kebakaran di setiap TPA setelah tumpukan sampah di Jatiwaringin mencapai tinggi gedung 7 lantai.

Gubernur Banten, Andra Soni, mengungkapkan kondisi mengkhawatirkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang. Menurutnya, tumpukan sampah di lokasi tersebut telah mencapai ketinggian yang setara dengan gedung tujuh lantai. Kondisi ini menjadi sorotan serius di tengah tantangan cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.

Menanggapi ancaman kebakaran yang kerap terjadi akibat akumulasi gas metan di dalam gunungan sampah, Andra Soni mewajibkan setiap pemerintah kota dan kabupaten di wilayahnya untuk menyediakan fasilitas alat pemadam kebakaran yang memadai di seluruh TPA. Langkah ini dinilai krusial untuk memitigasi risiko kebakaran yang dipicu oleh suhu ekstrem dan hembusan angin kencang.

Andra menjelaskan bahwa cuaca panas ekstrem yang terjadi dalam 30 tahun terakhir menjadi faktor utama yang memicu kerawanan di TPA. Kombinasi antara paparan sinar matahari yang terik dan angin kencang membuat kobaran api di TPA Jatiwaringin menyebar dengan sangat cepat, sehingga menyulitkan upaya pemadaman yang dilakukan petugas di lapangan.

Proses pemadaman di TPA Jatiwaringin saat ini terus dioptimalkan melalui kolaborasi lintas instansi. Pemerintah Provinsi Banten bersama dengan BNPB telah mengerahkan helikopter untuk operasi water bombing. Selain itu, berbagai armada pemadam kebakaran dari kabupaten dan kota di sekitar lokasi telah diterjunkan untuk mempercepat proses pendinginan titik api.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang turut berkontribusi dengan mengirimkan tiga unit armada, termasuk mobil pemadam dan pompa submersible. Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan lokasi secara mendalam sebelum menerjunkan sekitar 20 personel untuk memastikan distribusi air ke titik api tetap terjaga.

Hingga Kamis (2/7) sore, upaya pemadaman masih terus berlangsung karena api masih terlihat berkobar di beberapa titik strategis. Asap pekat yang dihasilkan dari kebakaran sampah tersebut juga terpantau terbawa angin ke arah utara, yang menjadi pengingat penting bagi otoritas setempat untuk memperketat manajemen pengelolaan sampah dan kesiapsiagaan bencana di masa depan.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menyoroti krisis pengelolaan sampah di Indonesia yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat dan keamanan lingkungan. Kegagalan mitigasi di lokasi TPA tidak hanya menyebabkan polusi udara yang parah, tetapi juga menunjukkan urgensi adopsi teknologi pemrosesan sampah yang lebih modern untuk mencegah risiko bencana serupa di masa depan.

Sumber Asli
Cnnindonesia
Tanggal
3 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit