Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional mencatat cabai rawit merah dijual Rp45.000 per kilogram dan telur ayam ras Rp26.000 per kg pada Jumat pagi pukul 08.40 WIB. Data yang dikelola Bank Indonesia itu merekam harga pangan strategis di tingkat pedagang eceran secara nasional.
Selain dua komoditas tersebut, bawang merah tertahan di angka Rp30.000 per kg, sedangkan bawang putih Rp32.000 per kg. Harga beras pun beragam berdasarkan kualitas, mulai Rp13.700 per kg untuk kualitas bawah II hingga Rp16.500 per kg untuk super I.
Penetapan harga harian oleh PIHPS memang dirancang untuk memberi referensi tunggal bagi masyarakat dan pembuat kebijakan. Sistem pemantauan ini menjadi instrumen Bank Indonesia dalam menjaga transparansi pasar pangan sekaligus mendeteksi gejolak inflasi dari sisi komoditas makanan.
Fluktuasi harga pangan kerap dipengaruhi oleh pola tanam, cuaca, dan distribusi logistik antarwilayah. Pada pekan ini, harga cabai rawit merah dan telur ayam ras menunjukkan penurunan dibandingkan dua hari sebelumnya yang sempat menyentuh Rp58.000-an per kg untuk cabai dan Rp29.000 per kg untuk telur.
Kondisi tersebut mencerminkan mulai stabilnya pasokan dari sentra produksi setelah beberapa waktu mengalami tekanan. Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional biasanya menyesuaikan strategi distribusi jika harga komoditas tertentu melampaui ambang batas wajar.
Bagi rumah tangga Indonesia, cabai dan telur merupakan komponen konsumsi harian yang sangat sensitif terhadap perubahan harga. Kenaikan pada dua bahan pokok ini langsung mengerek pengeluaran bulanan, terutama untuk kelompok masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Pelaku usaha mikro seperti pedagang warung makan dan UMKM kuliner juga merasakan dampaknya. Biaya produksi yang membengkak kerap memaksa mereka menaikkan harga jual atau mengurangi porsi, yang pada akhirnya memicu keluhan konsumen.
Dibandingkan dengan negara tetangga di Asia Tenggara, volatilitas harga pangan Indonesia cenderung lebih tinggi karena ketergantungan pada distribusi domestik yang belum merata. Infrastruktur logistik yang terputus di saat cuaca ekstrem menjadi salah satu pemicu lonjakan harga di tingkat eceran.
Berdasarkan data PIHPS, cabai merah keriting menjadi komoditas dengan harga tertinggi di kelompok cabai, yakni Rp47.100 per kg. Sementara itu, daging sapi kualitas I bertahan di Rp130.000 per kg dan daging ayam ras segar Rp34.500 per kg.
Komoditas minyak goreng curah terpantau di Rp20.000 per liter, sedangkan kemasan bermerek I dan II masing-masing Rp22.000 dan Rp25.000 per liter. Gula pasir premium tercatat Rp19.000 per kg dan gula lokal Rp17.000 per kg.
Bank Indonesia dan kementerian terkait diproyeksikan akan terus memantau tren hingga akhir bulan untuk mengantisipasi lonjakan menjelang periode permintaan tinggi. Jika pasokan terjaga, harga pangan strategis diperkirakan bergerak dalam rentang wajar pada kuartal berikutnya.
Stabilitas harga di Jumat pagi ini memberi sinyal positif bagi pengendalian inflasi pangan. Namun, penguatan rantai pasok dan reduksi biaya distribusi tetap menjadi kunci agar harga tidak kembali melonjak tiba-tiba.