Bisnis & Startup

Harga Emas Pegadaian Naik, Antam Tetap Stabil Rabu Ini

Ringkasan

  • Harga emas Pegadaian Rabu ini naik untuk Galeri24 dan UBS, sementara Antam stabil di Rp2.720.000 per gram.

Harga emas di jaringan Pegadaian pada Rabu (hari ini) menunjukkan pergerakan berbeda antarjenama. Galeri24 dan UBS kompak mengalami kenaikan harga menjadi Rp2.608.000 dan Rp2.620.000 per gram, sementara Antam tetap bertahan di level Rp2.720.000 per gram. Kenaikan ini menyusul tren penguatan harga komoditas global yang berdampak pada pasar domestik.

Pergerakan harga tersebut berbeda dengan hari sebelumnya. Selasa (14/7) lalu, Galeri24 masih ditawarkan Rp2.587.000 per gram, UBS Rp2.599.000 per gram, dan Antam tetap di Rp2.720.000 per gram. Perubahan harga dapat terjadi sewaktu-waktu karena fluktuasi pasar.

Ketersediaan emas di Pegadaian juga bervariasi antarjenama. Galeri24 bisa dibeli mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram). UBS tersedia dalam rentang 0,5 gram hingga 500 gram, sedangkan Antam di Pegadaian hanya sampai 100 gram per transaksi. Batasan ini memengaruhi strategi pembelian investor kecil maupun besar.

Berikut daftar lengkap harga per jenis dan berat: Galeri24: 0,5 gram Rp1.368.000, 1 gram Rp2.608.000, 2 gram Rp5.153.000, 5 gram Rp12.787.000, 10 gram Rp25.508.000, 25 gram Rp63.425.000, 50 gram Rp126.750.000, 100 gram Rp253.374.000, 250 gram Rp631.878.000, 500 gram Rp1.263.756.000, 1.000 gram Rp2.527.510.000. Antam: 0,5 gram Rp1.413.000, 1 gram Rp2.720.000, 2 gram Rp5.377.000, 3 gram Rp8.040.000, 5 gram Rp13.364.000, 10 gram Rp26.671.000, 25 gram Rp66.547.000, 50 gram Rp133.011.000, 100 gram Rp265.941.000. UBS: 0,5 gram Rp1.416.000, 1 gram Rp2.620.000, 2 gram Rp5.200.000, 5 gram Rp12.850.000, 10 gram Rp25.565.000, 25 gram Rp63.786.000, 50 gram Rp127.310.000, 100 gram Rp254.518.000, 250 gram Rp636.107.000, 500 gram Rp1.270.721.000.

Kenaikan harga ini berdampak pada konsumen ritel maupun investor kecil. Pembeli perhiasan menghadapi biaya lebih tinggi, sementara investor mempertimbangkan timing pembelian karena tren penguatan harga masih berlanjut. Bagi Pegadaian, penyesuaian harga mencerminkan upaya mengikuti dinamika pasar logam mulia.

Menurut analis pasar emas dari Universitas Indonesia, kenaikan harga Galeri24 dan UBS menunjukkan sensitivitas lebih tinggi terhadap perubahan harga internasional dibandingkan Antam yang cenderung stabil. "Stabilitas Antam bisa menjadi pilihan aman bagi investor menghindari volatilitas," katanya.

Perbandingan dengan toko perhiasan lain menunjukkan selisih tipis. Beberapa bank masih menawarkan Antam dengan margin lebih rendah, sementara toko perhiasan independen spesso mengikuti harga UBS. Perbedaan ini memberikan pilihan bagi konsumen yang mencari harga terbaik.

Ramadan dan musim liburan biasanya meningkatkan permintaan emas. Tren kenaikan harga saat ini mungkin berlanjut hingga akhir pekan, meskipun pengamat memperkirakan koreksi kecil jika pasar global mengalami penstabilan.

Pemantauan harga rutin menjadi kunci bagi pembeli. Perubahan bisa terjadi setiap hari, sehingga mengecek daftar harga terbaru sebelum transaksi sangat disarankan. Kebijakan Pegadaian untuk membatasi jumlah pembelian Antam juga memengaruhi strategi diversifikasi portofolio investor kecil.

Secara keseluruhan, pergerakan harga ini menandakan pasar emas domestik yang responsif terhadap sentimen global. Konsumen yang cerdik dapat memanfaatkan kenaikan harga dengan membeli saat stabil atau memanfaatkan diskon di jenama tertentu.

Mengapa Ini Penting

Kenaikan harga emas di Pegadaian memengaruhi daya beli masyarakat Indonesia yang sering menjadikan logam mulia sebagai instrumen tabungan dan investasi. Perubahan harga yang berbeda antarjenama menciptakan dinamika baru bagi konsumen dalam memilih produk yang paling menguntungkan. Selain itu, batasan pembelian Antam hingga 100 gram di Pegadaian mendorong investor kecil mencari alternatif seperti Galeri24 atau UBS, sehingga mengubah pola investasi ritel. Pemahaman akan tren ini penting agar masyarakat dapat merencanakan keuangan dengan lebih bijak di tengah ketidakpastian ekonomi.

Sumber Asli
Antara News Terkini
Tanggal
15 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit