Harga minyak mentah dunia mencatatkan kenaikan pada perdagangan Selasa, didorong oleh kekhawatiran pasar terkait mandeknya negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen ini berhasil menutupi dampak dari mulai pulihnya aktivitas pengiriman komoditas melalui Selat Hormuz yang sempat terganggu.
Data pasar menunjukkan bahwa harga minyak mentah berjangka Brent naik sebesar 1,42 persen menjadi 73,01 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) milik Amerika Serikat juga mengalami penguatan sebesar 1,36 persen, diperdagangkan di level 69,48 dolar AS per barel pada pukul 07.48 GMT.
Analis Saxo Bank, Ole Hansen, menjelaskan bahwa pasar saat ini berada dalam posisi waspada karena kesepakatan antara Washington dan Teheran belum mencapai titik final. Setiap pernyataan provokatif dari kedua belah pihak berpotensi memicu ketegangan baru, yang pada gilirannya memberikan dorongan bagi harga minyak di tengah pasar yang sebelumnya sempat mengalami kelebihan pasokan.
Ketegangan geopolitik semakin memuncak setelah Menteri Luar Negeri Iran menyatakan bahwa negosiasi tidak akan berlanjut jika ancaman dari pihak AS terus dilakukan. Ancaman Presiden AS untuk menyelesaikan masalah jika kesepakatan tidak tercapai menciptakan ketidakpastian yang signifikan bagi stabilitas pasokan energi global.
Di sisi lain, pemulihan arus minyak melalui Selat Hormuz dilaporkan berjalan lebih lambat dari ekspektasi awal. Analis dari ANZ mencatat bahwa jumlah kapal tanker yang melintasi jalur krusial tersebut masih sangat minim, menandakan bahwa risiko gangguan pasokan masih menjadi ancaman nyata bagi para pelaku industri energi internasional.
Sebagai langkah mitigasi, Arab Saudi dikabarkan tengah mempertimbangkan perluasan kapasitas pipa minyak menuju pesisir Laut Merah. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz dalam mendistribusikan minyak mentah ke pasar internasional, sehingga jalur logistik energi menjadi lebih fleksibel dan aman dari potensi konflik di masa depan.