Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Hashim Djojohadikusumo menegaskan posisi Indonesia sebagai tuan rumah investasi yang aman dan dapat dipercaya. Pernyataan itu disampaikannya saat membuka Indonesia-Thailand Business Forum di Jakarta, Selasa, di hadapan delegasi bisnis dari kedua negara.
Hashim menggarisbawahi bahwa fondasi keamanan investasi itu bersumber dari komitmen Indonesia pada prinsip non-alignment atau politik luar negeri bebas aktif. Kebijakan non-blok itu membuat Indonesia terbuka bagi modal dari berbagai blok kekuasaan tanpa terikat pada kepentingan geopolitik salah satu pihak.
"Kami telah memegang teguh kebijakan yang kami sebut sebagai non-blok. Dengan kata lain, kami adalah negara yang bersikap sepenuhnya netral," ujar Hashim. Ia menambahkan bahwa realisasi kebijakan itu terlihat dari portofolio investasi masuk yang berasal dari Rusia, China, Amerika Serikat, Eropa, Jepang, hingga Australia.
Konteks penguatan narasi ini tidak terlepas dari dinamika geopolitik global yang semakin memanas. Perang dagang, sanksi ekonomi, dan polarisasi blok Barat-Timur mendorong investor mencari jurisdiksi yang stabil dan netral. Indonesia, dengan doktrin bebas aktif yang diwariskan sejak Konferensi Asia-Afrika 1955, menawarkan posisi unik tersebut.
Di forum yang sama, Hashim juga menyoroti kedalaman hubungan bilateral Indonesia-Thailand yang telah terjalin sejak lama. Kedua negara sama-sama mengalami ujian berat selama krisis finansial Asia 1997, namun sector swasta keduanya menunjukkan ketahanan dan mampu bangkit.
Pengalaman historis itu menjadi modal kepercayaan bagi pelaku usaha kedua negara untuk memperdalam keterkaitan ekonomi. Saat ini, kolaborasi tidak hanya terbatas pada perdagangan komoditas, melainkan merambah ke rantai nilai industri, infrastruktur, dan ekonomi digital.
Menurut pengamat ekonomi, penegasan Hashim berfungsi sebagai sinyal pasar yang penting. Di tengah ketidakpastian global, kepastian hukum dan netralitas politik menjadi faktor penentu bagi investor jangka panjang. Indonesia yang konsisten menjaga non-blok memiliki keunggulan komparatif dibanding negara-negara yang terpaksa memilih sisi.
Namun, tantangan nyata tetap ada di lapangan. Investor asing masih mengeluhkan birokrasi yang berbelit, ketidakpastian regulasi sektor tertentu, serta Infrastruktur yang belum merata di luar Jawa. Narasi "aman" harus dibuktikan dengan reformasi struktural yang berkelanjutan.
Hashim menutup sambutannya dengan nada meyakinkan: "Dan kami dapat meyakinkan seluruh investor dan mitra dagang mengenai keandalan, serta fakta bahwa investasi anda aman. Investasi anda aman dan akan selamanya aman." Pernyataan tegas itu ditutup dengan tepuk tangan peserta forum.
Ke depan, Kadin berencana menggelar serangkaian misi perdagangan ke negara-negara mitra strategis untuk menerjemahkan narasi keamanan investasi menjadi komitmen konkret. Fokus akan dialihkan ke sektor manufaktur hijau, transisi energi, dan ekosistem startup yang menjadi prioritas pembangunan nasional.
Forum bisnis bilateral dengan Thailand ini diharapkan menjadi templat untuk kerjasama serupa dengan negara ASEAN lain. Integrasi ekonomi regional yang lebih dalam akan memperkuat daya tarik ASEAN sebagai blok investasi tunggal di mata investor global.