Pemerintah Hong Kong secara resmi mengumumkan rencana strategis untuk meluncurkan tender pertama bagi proyek pembangunan kota universitas yang berlokasi di Northern Metropolis. Langkah ini diambil bertepatan dengan peringatan 29 tahun kembalinya Hong Kong ke bawah pemerintahan Tiongkok, menandai babak baru dalam pengembangan infrastruktur pendidikan dan riset di wilayah tersebut.
Menteri Pendidikan Hong Kong, Christine Choi Yuk-lin, mengungkapkan bahwa tender tersebut dijadwalkan akan mulai dibuka dalam dua bulan ke depan. Proses seleksi pemenang tender akan dilakukan segera setelah tahapan pembentukan lahan plot selesai, yang ditargetkan rampung pada akhir tahun ini. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempercepat realisasi kawasan pendidikan terpadu.
Secara spesifik, proyek ini akan menempati lahan seluas 22 hektar di kawasan Hung Shui Kiu. Kawasan ini akan dibagi menjadi tiga plot kampus universitas yang berbeda. Plot pertama seluas 12,7 hektar akan menjadi prioritas pengembangan awal, sementara dua plot sisanya, masing-masing seluas 5,3 hektar dan 4,4 hektar, akan dikembangkan pada tahap berikutnya sesuai dengan kebutuhan dan proposal yang masuk.
Dalam mekanisme alokasi lahan, pemerintah meminta pihak universitas untuk mengajukan proposal yang merinci ketertarikan mereka pada plot tertentu. Keputusan alokasi lahan nantinya akan didasarkan pada kualitas dan relevansi proposal yang diajukan oleh masing-masing institusi pendidikan, guna memastikan sinergi antara kebutuhan kampus dan visi pengembangan kawasan.
Perjalanan proyek ini mengalami perkembangan skala yang cukup signifikan. Awalnya, konsep kota universitas ini hanya mencakup lahan seluas 80 hektar pada tahun 2023. Namun, melalui serangkaian penyesuaian, cakupan wilayahnya terus meluas hingga mencapai 100 hektar, dan kini telah berkembang pesat hingga mencapai target 1.000 hektar, mencerminkan ambisi besar pemerintah Hong Kong.
Keputusan ekspansi terbaru ini diumumkan oleh Kepala Eksekutif John Lee Ka-chiu setelah kunjungan Xia Baolong, Direktur Kantor Urusan Hong Kong dan Macau, pada bulan Mei lalu. Visi utama dari proyek ini adalah mentransformasi kawasan universitas menjadi distrik modern yang mengintegrasikan elemen pendidikan, inovasi teknologi, manajemen talenta, industri, dan pengembangan urban secara komprehensif.