Internasional

Hong Kong Perluas Fasilitas Yuan Sebesar 150 Persen Menjadi US$73,6 Miliar untuk Penuhi Permintaan Global

Hong Kong Perluas Fasilitas Yuan Sebesar 150 Persen Menjadi US$73,6 Miliar untuk Penuhi Permintaan Global

Ringkasan

  • Hong Kong meningkatkan kuota fasilitas yuan sebesar 150 persen menjadi US$73,6 miliar untuk menjawab permintaan pasar internasional yang meningkat pesat.

Hong Kong secara resmi mengumumkan langkah strategis untuk meningkatkan fasilitas yuan bagi sektor perbankan sebesar 150 persen. Mulai hari Jumat mendatang, kuota fasilitas ini akan melonjak menjadi 500 miliar yuan atau setara dengan US$73,6 miliar. Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya permintaan internasional terhadap penggunaan mata uang yuan dalam transaksi ekonomi global.

Kepala Eksekutif Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA), Eddie Yue Wai-man, menyatakan bahwa peningkatan kuota ini sangat krusial mengingat batas sebelumnya sebesar 200 miliar yuan telah terserap sepenuhnya. Menurut Yue, banyak bank melaporkan bahwa nasabah internasional mereka di 12 yurisdiksi yang berbeda telah menunjukkan minat yang kuat untuk mengajukan pinjaman dalam mata uang yuan.

Selain penambahan kuota, HKMA juga akan memperpanjang tenor fasilitas tersebut dari yang sebelumnya maksimal satu tahun menjadi dua hingga tiga tahun. Kebijakan ini dirancang untuk memberikan stabilitas dan akses yang lebih terjangkau bagi bank-bank dalam menyalurkan pembiayaan yuan kepada nasabah mereka di wilayah Hong Kong, ASEAN, Timur Tengah, hingga Eropa.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Hong Kong untuk memperkuat posisinya sebagai pusat keuangan global dalam mempromosikan penggunaan yuan di sektor ekonomi riil. Fasilitas yang pertama kali diluncurkan pada Februari 2025 dengan kuota awal 100 miliar yuan bagi 40 bank ini telah terbukti menjadi instrumen penting bagi likuiditas pasar.

Dalam pengumuman yang sama, regulator pasar Hong Kong, termasuk Komisi Sekuritas dan Berjangka (SFC), memperkenalkan 11 langkah baru untuk memajukan pasar obligasi dan mata uang. Salah satu inovasi utama yang diusung adalah pengembangan platform perdagangan elektronik Fixed Income and Currency (FIC) yang baru, yang merupakan hasil kolaborasi antara China Foreign Exchange Trade System (CFETS) dan operator bursa Hong Kong (HKEX).

CEO SFC, Julia Leung Fung-yee, menjelaskan bahwa platform FIC ini saat ini sedang dalam proses pengajuan lisensi. Kehadiran teknologi perdagangan elektronik ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan efisiensi pasar bagi para investor global yang ingin melakukan transaksi dalam mata uang yuan di Hong Kong, sekaligus memperkokoh infrastruktur keuangan kota tersebut di masa depan.

Mengapa Ini Penting

Peningkatan likuiditas yuan di Hong Kong mempermudah transaksi dagang internasional, yang berpotensi menurunkan biaya transaksi bagi perusahaan Indonesia yang menjalin kemitraan dengan China. Selain itu, adopsi sistem perdagangan elektronik baru ini menjadi acuan bagi digitalisasi infrastruktur finansial di kawasan Asia yang semakin terintegrasi dengan pasar China.

Sumber Asli
Scmp
Tanggal
7 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit