Otoritas cuaca Hong Kong memutuskan untuk tetap memberlakukan sinyal peringatan topan nomor 1 setidaknya hingga Jumat petang. Langkah ini diambil sebagai tindakan pencegahan seiring dengan semakin mendekatnya Badai Tropis Maysak ke wilayah tersebut.
Hong Kong Observatory (HKO) melaporkan bahwa posisi Badai Tropis Maysak saat ini berada sekitar 670 kilometer di sebelah barat daya Hong Kong. Berdasarkan pantauan meteorologi terkini, badai ini diprediksi bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 10 kilometer per jam menuju Pulau Hainan.
Dalam beberapa jam terakhir, sistem cuaca Maysak telah mengadopsi jalur pergerakan ke arah barat laut. Meski badai tersebut terus mendekati Pulau Hainan, pihak observatorium menyatakan bahwa Maysak masih menjaga jarak yang cukup aman dari pusat kota Hong Kong, namun tetap memerlukan pengawasan ketat.
Pihak berwenang akan melakukan evaluasi berkala untuk menentukan apakah status peringatan perlu ditingkatkan menjadi sinyal nomor 3. Keputusan ini akan sangat bergantung pada perubahan intensitas badai, seberapa dekat angin kencang yang dihasilkan dengan wilayah Estuari Sungai Mutiara, serta kondisi kecepatan angin lokal di Hong Kong.
Data dari stasiun pemantau cuaca menunjukkan bahwa hembusan angin sesekali mencapai tingkat kuat, terutama di wilayah lepas pantai dan area dataran tinggi sepanjang pagi hari. Kondisi ini menjadi pertimbangan utama mengapa pihak observatorium belum mencabut status siaga nomor 1 yang berlaku saat ini.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi dari Hong Kong Observatory. Warga yang berencana melakukan perjalanan atau aktivitas di luar ruangan disarankan untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang tiba-tiba akibat pergerakan badai tropis ini.