Internasional

IAEA Peringatkan Kerentanan Keamanan Nuklir di PLTN Zaporizhzhia

IAEA Peringatkan Kerentanan Keamanan Nuklir di PLTN Zaporizhzhia

Ringkasan

  • IAEA melaporkan PLTN Zaporizhzhia kembali kehilangan pasokan listrik eksternal untuk ke-21 kalinya akibat aktivitas militer, meningkatkan risiko keselamatan nuklir.

Wina (ANTARA) - Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) kembali mengeluarkan peringatan serius mengenai kondisi keamanan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia. Pada Jumat (3/7), fasilitas nuklir terbesar di Eropa tersebut dilaporkan kehilangan akses pasokan listrik dari jaringan eksternal untuk ke-21 kalinya sejak konflik di Ukraina meletus.

Gangguan ini dipicu oleh terputusnya koneksi pada jalur transmisi bertegangan 330 kilovolt (kV) bernama Ferosplavna-1. Berdasarkan laporan tim pemantau IAEA yang berada di lokasi, aktivitas militer di sekitar area tersebut telah memicu sistem proteksi elektrik pada jaringan transmisi utama, yang berdampak langsung pada stabilitas pasokan energi ke pembangkit.

Sebagai respons atas pemutusan daya dari luar, sistem keamanan otomatis PLTN Zaporizhzhia segera merespons dengan mengaktifkan generator diesel darurat. Langkah ini krusial untuk memastikan sistem pendingin reaktor dan berbagai fungsi keselamatan nuklir vital lainnya tetap beroperasi guna mencegah potensi kebocoran radiasi yang berbahaya.

Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, menekankan bahwa insiden berulang ini merupakan indikator nyata betapa rapuhnya kondisi keamanan nuklir di fasilitas tersebut. Ia menegaskan kembali desakan agar seluruh pihak yang terlibat dalam konflik militer untuk menahan diri sepenuhnya dari tindakan yang dapat membahayakan integritas fasilitas nuklir.

Sejak eskalasi krisis Ukraina, PLTN Zaporizhzhia telah berkali-kali mengalami gangguan listrik eksternal yang mengancam operasionalnya. Setiap kali pasokan listrik terputus, ketergantungan pada generator diesel darurat menjadi satu-satunya pertahanan terakhir, yang secara teknis tidak dirancang untuk penggunaan jangka panjang yang terus-menerus.

Komunitas internasional terus memantau situasi ini dengan kekhawatiran mendalam. Ketidakstabilan pasokan listrik di PLTN Zaporizhzhia tidak hanya menjadi masalah domestik Ukraina, tetapi juga merupakan ancaman keamanan regional yang berpotensi memicu bencana nuklir lintas batas jika sistem keselamatan gagal berfungsi secara optimal.

Mengapa Ini Penting

Insiden ini menjadi pengingat kritis bagi dunia internasional mengenai risiko penggunaan fasilitas infrastruktur energi sebagai objek strategis dalam konflik militer. Bagi industri teknologi dan energi, peristiwa ini menyoroti pentingnya sistem redundansi dalam infrastruktur kritikal untuk mencegah bencana lingkungan berskala besar yang dampaknya bisa dirasakan secara global.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
4 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit