Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono yang akrab disapa Ibas, secara aktif mengawal implementasi Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah dalam memastikan bahwa setiap rumah tangga di wilayah tersebut mendapatkan akses energi listrik yang layak dan memadai.
Dalam kunjungannya ke Desa Gesang, Pacitan, pada Senin (6/7), Ibas menekankan bahwa akses listrik merupakan kebutuhan fundamental bagi masyarakat. Menurutnya, listrik bukan sekadar alat penerang, melainkan instrumen penting untuk menunjang sektor pendidikan, meningkatkan produktivitas ekonomi, serta menjamin kesejahteraan keluarga secara menyeluruh.
Ibas menegaskan komitmennya agar tidak ada lagi rumah di Pacitan yang berada dalam kondisi gelap gulita. Ia mengibaratkan bahwa sebagaimana Indonesia tidak boleh dibiarkan gelap, maka aspek kemanusiaan dan kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Baginya, pembangunan yang dilakukan pemerintah baru akan bermakna jika dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok desa.
Pada kesempatan tersebut, sebanyak 20 rumah di Desa Gesang tercatat sebagai penerima manfaat pemasangan sambungan listrik baru. Ibas menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah desa dalam menyukseskan program ini. Ia menilai sinergi antar-pemangku kepentingan adalah kunci dalam mengatasi berbagai tantangan pembangunan di tingkat akar rumput.
Kehadiran listrik di rumah-rumah warga diharapkan mampu membawa perubahan signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya akses listrik berkapasitas 450 hingga 900 VA, anak-anak kini memiliki fasilitas untuk belajar dengan lebih baik pada malam hari, sementara keluarga dapat beraktivitas dengan lebih produktif. Selain itu, Ibas mendorong agar energi yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan ekonomi kreatif di tingkat rumah tangga.
Lebih lanjut, Ibas menyoroti pentingnya menjaga keandalan pasokan energi nasional secara berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa kebijakan energi harus berpihak kepada rakyat dan dilakukan langkah antisipasi agar tidak terjadi krisis energi di masa depan. Dengan pengawalan yang ketat, diharapkan program elektrifikasi ini dapat terus diperluas guna mewujudkan pemerataan akses energi bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan perhatian khusus.