Berita

Identitas Warga Negara Afrika Selatan yang Ditemukan Tewas di Hutan Tabanan Terungkap

Identitas Warga Negara Afrika Selatan yang Ditemukan Tewas di Hutan Tabanan Terungkap

Ringkasan

  • Polres Tabanan berhasil mengidentifikasi jasad WN Afrika Selatan yang ditemukan di Hutan Sangyang melalui data Medical ID di ponsel korban.

Polres Tabanan akhirnya berhasil mengungkap identitas sesosok jasad pria yang ditemukan dalam kondisi membusuk di Hutan Sangyang, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Korban diketahui merupakan seorang warga negara (WN) Afrika Selatan berinisial ACL, berusia 53 tahun. Penemuan jasad tersebut sempat menggegerkan warga setempat pada akhir Juni lalu setelah ditemukan dalam posisi bersimpuh di area cekungan tanah.

Proses identifikasi identitas korban dilakukan oleh pihak kepolisian melalui penemuan perangkat seluler milik korban di lokasi kejadian. Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, menjelaskan bahwa tim penyidik menemukan iPhone 13 berwarna hitam yang di dalamnya terdapat data Medical ID milik korban. Data tersebut menjadi petunjuk krusial bagi kepolisian untuk berkoordinasi dengan pihak Imigrasi guna memastikan status izin tinggal korban di Indonesia.

Hasil penyelidikan lebih lanjut mengungkapkan bahwa korban sempat menginap di sebuah homestay di kawasan Peliatan, Ubud, Gianyar. Berdasarkan keterangan pengelola penginapan di Jatiluwih, korban diketahui memesan kamar untuk periode 9 hingga 15 Juni 2026. Namun, korban dilaporkan meninggalkan penginapan pada 13 Juni 2026 dan tidak pernah kembali, meninggalkan sejumlah barang pribadinya di dalam kamar.

Kecocokan identitas semakin diperkuat setelah kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap barang-barang yang tertinggal di kamar penginapan korban. Barang-barang tersebut, termasuk sebuah MacBook dan ponsel lainnya, memiliki data Medical ID yang identik dengan perangkat yang ditemukan di lokasi penemuan jasad. Selain itu, pihak staf penginapan juga telah mengonfirmasi bahwa tas yang ditemukan di dekat jenazah merupakan milik ACL.

Meski identitas korban telah dipastikan, pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematiannya. Saat ini, jenazah korban telah menjalani proses autopsi di rumah sakit setempat. Penyidik juga tengah melakukan pemeriksaan toksikologi forensik untuk mendalami kemungkinan adanya zat tertentu yang memicu kematian korban sebelum ditemukan oleh warga pada 28 Juni 2026.

Saat ini, Polres Tabanan terus berkoordinasi secara intensif dengan pihak Imigrasi dan Konsulat Afrika Selatan untuk penanganan jenazah serta proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian berkomitmen untuk menuntaskan penyelidikan guna mengungkap kronologi dan motif di balik peristiwa tragis yang menimpa warga negara asing tersebut di wilayah hukum Tabanan.

Mengapa Ini Penting

Kasus ini menyoroti pentingnya fitur keamanan digital seperti Medical ID pada perangkat seluler yang sangat membantu pihak berwenang dalam proses identifikasi korban darurat. Selain itu, peristiwa ini menjadi pengingat bagi otoritas pariwisata di Indonesia untuk memperketat pemantauan keamanan bagi wisatawan mancanegara yang melakukan perjalanan mandiri di area terpencil.

Sumber Asli
Cnnindonesia
Tanggal
7 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit