Pasar saham Korea Selatan mengalami guncangan hebat pada Selasa setelah indeks acuan KOSPI merosot tajam sebesar 8 persen. Penurunan signifikan ini dipicu oleh aksi jual besar-besaran pada saham-saham sektor semikonduktor, di tengah keraguan investor mengenai keberlanjutan pertumbuhan laba perusahaan yang didorong oleh euforia kecerdasan buatan (AI).
Indeks KOSPI ditutup melemah 646,85 poin atau 8,03 persen ke level 7.404,48. Akibat volatilitas yang ekstrem, otoritas bursa terpaksa mengaktifkan mekanisme circuit breaker pada pukul 04.51 GMT, yang menghentikan aktivitas perdagangan selama 20 menit. Ini merupakan kali keenam sepanjang tahun ini mekanisme tersebut diaktifkan, serta menjadi peristiwa ke-12 kalinya dalam sejarah bursa Korea Selatan.
Sentimen negatif ini terutama menghantam raksasa teknologi Samsung Electronics yang sahamnya terkoreksi 9,75 persen. Meskipun perusahaan sebelumnya memproyeksikan lonjakan laba operasional kuartal kedua hingga 19 kali lipat, para investor tampaknya telah melakukan aksi ambil untung karena menilai ekspektasi pasar sudah terlalu tinggi dan sulit untuk ditingkatkan lebih lanjut.
Senada dengan Samsung, produsen chip SK Hynix juga mencatatkan penurunan sebesar 10,58 persen. Analis dari Mirae Asset Securities, Seo Sang-young, menyatakan bahwa meskipun fundamental sektor chip tetap kuat, kekhawatiran mengenai valuasi yang terlalu mahal telah memicu keraguan apakah pertumbuhan laba yang fantastis ini dapat dipertahankan secara berkelanjutan di masa depan.
Selain sektor teknologi, tekanan jual juga menimpa saham-saham unggulan lainnya. LG Energy Solution merosot 8,74 persen setelah perusahaan melaporkan penurunan proyeksi laba operasional sebesar 77 persen akibat lesunya permintaan kendaraan listrik global. Di sektor industri berat, Hanwha Ocean mengalami kejatuhan tajam sebesar 24,29 persen setelah kalah dalam tender kontrak kapal selam dengan Kanada.
Secara keseluruhan, pasar menunjukkan sentimen negatif yang luas dengan 698 saham mengalami penurunan dari total 912 emiten yang diperdagangkan. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih senilai 3,3 triliun won atau sekitar US$2,16 miliar. Meski terjadi koreksi tajam hari ini, secara year-to-date, indeks KOSPI masih mencatatkan penguatan sebesar 76 persen berkat reli panjang saham teknologi sepanjang tahun berjalan.