Kementerian Pariwisata menegaskan Indonesia berada di posisi unggul dalam peta wisata petualangan global. Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan, Hafiz Agung Rifai, menyampaikan hal itu saat peluncuran Explorex 2027 di Jakarta, Selasa (14/7). Menurut dia, Indonesia termasuk sedikit negara yang sanggup menyajikan pengalaman petualangan utuh lewat aktivitas darat, laut, dan udara. Keunggulan geografis menjadi modal dasar yang tak mudah ditiru pesaing regional.
Keunggulan tersebut ditopang oleh bentang alam yang luar biasa. Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau dengan ragam ekosistem mulai dari pegunungan, hutan tropis, sungai, danau, hingga pantai dan laut yang kaya keanekaragaman hayati. Kombinasi lanskap darat, perairan, dan ruang udara memungkinkan penyediaan wisata petualangan menyeluruh yang sulit ditemukan di negara lain. Hal ini menjadikan Indonesia magnet bagi wisatawan minat khusus.
Latar belakang optimisme itu tidak lepas dari pergeseran tren pariwisata dunia. Kajian lembaga internasional seperti UN Tourism dan African Travel and Tourism Association (ATTA) menunjukkan layanan wisata berbasis pengalaman tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir. Wisatawan kini mencari nilai lebih dari sekadar kunjungan ke objek wisata konvensional. Mereka ingin terlibat langsung dalam aktivitas yang menguji adrenalin dan ketahanan fisik.
Pemerintah membaca peluang tersebut sebagai momentum untuk reorientasi strategi pengembangan destinasi. Selama 2026, Kementerian Pariwisata mendukung lebih dari 30 kegiatan luar ruang. Daftarnya mencakup lari lintas alam, pacuan kuda, olahraga otomotif, balap sepeda, renang di perairan terbuka, serta kompetisi memancing. Program ini dirancang untuk menjangkau berbagai segmen penggemar olahraga dan petualangan.
Langkah itu sejalan dengan naiknya minat masyarakat terhadap kegiatan di alam terbuka. Direktur Pelaksana PT Industri Pameran Nusantara, Ryan Adrian, mengamati peningkatan signifikan dalam partisipasi dan konsumsi produk wisata petualangan. Menurutnya, ini menjadi waktu yang tepat bagi pelaku usaha untuk berekspansi dan menciptakan paket wisata yang lebih inovatif.
Dampak kebijakan ini diperkirakan meluas ke sektor ekonomi kreatif dan UMKM lokal. Wisata petualangan biasanya melibatkan pemandu lokal, penyedia perlengkapan, hingga jasa logistik di daerah terpencil. Dengan demikian, devisa dan pendapatan daerah dapat terdistribusi lebih merata dibanding model pariwisata massal yang terkonsentrasi di satu titik. Pertumbuhan ini juga membuka lapangan kerja baru di luar sektor perhotelan tradisional.
Di sisi lain, tantangan keselamatan dan keamanan menjadi krusial. Pengembangan usaha petualangan harus diimbangi dengan standar operasional prosedur yang ketat. Tanpa pengawasan, aktivitas ekstrem berisiko mencelakai wisatawan dan merusak reputasi destinasi di mata internasional. Kementerian dituntut aktif melakukan sertifikasi terhadap penyelenggara kegiatan.
Pameran Explorex hadir sebagai ruang kolaborasi yang menjembatani pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas. Direktur Utama PT Debindomulti Adhiswati, Vibiadhi Swasti Pradana, menyebut platform itu menghubungkan penyedia layanan eksplorasi darat, air, dan udara. Kolaborasi semacam ini penting untuk mempercepat inovasi, promosi, dan pertumbuhan usaha secara berkelanjutan di tengah persaingan global.
“Mari kita susun sistem pendidikan dan pelatihannya. Indonesia memiliki banyak sumber daya manusia yang kompeten. Itulah mimpi kami untuk membangun industri outdoor Indonesia yang semakin maju,” ujar Pendiri Skygears Indonesia, Harry Suliztiarto. Pernyataan itu menekankan bahwa aspek edukasi dan pelatihan SDM harus berjalan beriringan dengan ekspansi bisnis agar kualitas layanan terjaga.
Pemerhati pariwisata menilai, dukungan terhadap event berskala nasional dan internasional akan memperkuat posisi tawar Indonesia. Apalagi, asosiasi wisata petualangan internasional mulai menjadikan Indonesia sebagai kandidat destinasi utama dunia. Sinergi antar pemangku kepentingan menjadi kunci agar potensi tidak sekadar menjadi wacana di atas kertas.
Ke depan, Explorex 2027 diharapkan menjadi katalis pertumbuhan industri. Penyelenggara akan terus mendorong munculnya destinasi baru di luar Bali dan Jakarta. Kawasan seperti Sulawesi Utara, Raja Ampat, dan Danau Toba memiliki kapasitas menampung kegiatan petualangan kelas dunia dengan dukungan ekosistem yang mendukung.
Proyeksi positif tersebut perlu diwujudkan dengan infrastruktur pendukung dan regulasi yang jelas. Kementerian berencana mengintegrasikan wisata minat khusus ke dalam rencana induk pariwisata nasional. Jika konsisten, Indonesia bukan tidak mungkin menguasai segmen wisata petualangan Asia Tenggara dalam lima tahun mendatang dan menarik wisatawan berkualitas tinggi.