Internasional

Influencer Top China Jual Kursus Mahal Usai Kena Larangan Live-Streaming

Influencer Top China Jual Kursus Mahal Usai Kena Larangan Live-Streaming

Ringkasan

  • Agensi influencer Three Sheep Network kembali beroperasi dengan menjual kursus live-streaming setelah sempat tersandung skandal kue bulan palsu.

Three Sheep Network, agensi media sosial ternama di Tiongkok daratan, kembali menjadi sorotan publik setelah sempat vakum dari operasional bisnis selama dua tahun. Perusahaan ini sebelumnya dikenai sanksi berat akibat skandal penjualan kue bulan palsu yang mengatasnamakan merek asal Hong Kong. Kini, mereka mencoba bangkit dengan menawarkan kursus pelatihan live-streaming dengan harga yang cukup fantastis bagi para pengikutnya.

Berbasis di Provinsi Anhui, perusahaan ini dikenal sebagai rumah bagi dua influencer papan atas bersaudara, yakni Zhang Qingyan dan Zhang Kaiyang. Zhang Qingyan, yang lebih dikenal dengan julukan Crazy Younger Brother Yang, saat ini memiliki 95 juta pengikut. Angka tersebut tercatat mengalami penurunan signifikan dibandingkan jumlah pengikutnya yang sempat menembus angka 100 juta sebelum agensi tersebut dijatuhi hukuman oleh otoritas setempat.

Sementara itu, saudaranya, Zhang Kaiyang, yang beroperasi dengan akun @Crazy Older Brother Yang, memiliki basis pengikut sebanyak 10 juta orang. Agensi yang didirikan oleh duo bersaudara ini bersama seorang mitra pada tahun 2021 tersebut, kini mengelola beberapa akun media sosial populer sekaligus membawahi ratusan streamer yang aktif di berbagai platform digital di Tiongkok.

Sebelum skandal kue bulan mencuat, duo Crazy Yang ini mendominasi industri influencer di Tiongkok. Mereka secara rutin mencatatkan rekor penjualan hingga 100 juta yuan dalam satu sesi live-streaming. Popularitas mereka yang masif membuat setiap produk yang dipromosikan hampir selalu terjual habis dalam waktu singkat, menjadikannya salah satu kekuatan ekonomi digital terbesar di negara tersebut.

Namun, pada September 2024, perusahaan tersebut terjerat masalah hukum serius. Mereka dituduh melakukan praktik penipuan konsumen dengan mengklaim bahwa produk kue bulan yang mereka jual merupakan merek asli dari Hong Kong dan diproduksi di wilayah tersebut. Investigasi yang dilakukan oleh regulator di Hefei, Anhui, mengungkap fakta bahwa produk tersebut sebenarnya diproduksi di Provinsi Guangdong dan tidak memiliki rekam jejak penjualan di Hong Kong.

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi industri influencer global mengenai pentingnya transparansi dan integritas dalam pemasaran digital. Meski kini mencoba beralih ke model bisnis pendidikan dengan menjual kursus, kredibilitas Three Sheep Network di mata publik masih menjadi tanda tanya besar. Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis perusahaan untuk tetap relevan di tengah ketatnya regulasi pemerintah Tiongkok terhadap aktivitas siaran langsung komersial.

Mengapa Ini Penting

Kasus ini menyoroti risiko reputasi yang harus dihadapi oleh kreator konten dan agensi ketika mengabaikan standar etika pemasaran di tengah ketatnya pengawasan pemerintah terhadap ekonomi digital. Bagi pasar Indonesia, fenomena ini menjadi pelajaran penting bagi pelaku industri live commerce untuk mengutamakan transparansi produk guna menjaga kepercayaan konsumen dalam jangka panjang.

Sumber Asli
Scmp
Tanggal
4 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit